Final Four Proliga Dimulai Di Surabaya, Samator Tantang Juara Bertahan Bhayangkara Presisi

Final Four Proliga 2026 resmi dimulai hari ini, Kamis 2 April 2026, dan laga pembuka langsung mempertemukan Surabaya Samator melawan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi. Duel di Jawa Pos Arena, Surabaya, ini menjadi sorotan karena status kedua tim sama-sama kuat dan berpotensi memberi gambaran awal peta persaingan menuju grand final.

Putaran pertama Final Four berlangsung pada 2 hingga 5 April 2026 dengan format round robin. Sebanyak delapan tim terbaik, terdiri dari empat tim putra dan empat tim putri, akan saling bertemu untuk memperebutkan tiket ke partai puncak.

Laga pembuka langsung penuh tekanan

Pertandingan Surabaya Samator kontra Jakarta Bhayangkara Presisi diprediksi berjalan ketat sejak awal. Bhayangkara datang sebagai juara bertahan, sementara Samator membawa semangat sebagai tim tuan rumah yang ingin memaksimalkan dukungan publik Surabaya.

Wakil Ketua Proliga Reginald Nelwan menegaskan bahwa persaingan final four musim ini akan lebih kompetitif dibanding sebelumnya. Ia menyebut hampir semua tim melakukan perombakan skuad, sehingga kekuatan setiap peserta berpotensi lebih merata.

“Persaingan tahun ini akan jauh lebih kompetitif. Antusiasme penonton juga sangat luar biasa. Kami menyediakan 3.000 tiket per hari yang bisa didapatkan melalui sistem pembelian online,” ujar Reginald, dikutip dari Proliga.

Komposisi tim putra dan putri di final four

Di sektor putra, empat tim yang lolos ke final four adalah Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta LavAni Livin Transmedia, Jakarta Garuda Jaya, dan Surabaya Samator. Empat tim ini membawa cerita berbeda, mulai dari status juara, kekuatan pemain asing, hingga andalan pemain binaan.

Sementara di sektor putri, persaingan juga tidak kalah sengit karena diisi Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, dan Jakarta Popsivo Polwan. Keempat tim tersebut sama-sama melakukan evaluasi menyeluruh untuk menjaga peluang ke final.

  1. Sektor putra

    • Jakarta Bhayangkara Presisi
    • Jakarta LavAni Livin Transmedia
    • Jakarta Garuda Jaya
    • Surabaya Samator
  2. Sektor putri
    • Jakarta Pertamina Enduro
    • Jakarta Electric PLN
    • Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
    • Jakarta Popsivo Polwan

Samator tetap percaya pemain binaan

Surabaya Samator tidak memilih langkah ekstrem dalam menyambut final four. Manajer tim Hadi Sampurno mengatakan timnya hanya melakukan tiga pergantian pemain, namun semuanya tetap berasal dari pembinaan sendiri.

“Kami hanya mengganti tiga pemain, tetapi semuanya tetap pemain binaan sendiri. Kami percaya pada kualitas talenta lokal kami,” kata Hadi.

Keputusan itu menunjukkan Samator masih memegang filosofi lama yang menekankan pengembangan pemain internal. Dalam laga pembuka melawan Bhayangkara, pendekatan tersebut akan diuji oleh pengalaman dan kedalaman skuad sang juara bertahan.

Bhayangkara Presisi datang sebagai juara bertahan

Jakarta Bhayangkara Presisi memasuki final four dengan status yang tidak ringan, yakni sebagai juara bertahan. Tim ini menyatakan hanya melakukan satu perubahan pada komposisi pemain asing, sehingga kerangka utama skuad tetap terjaga.

“Kami mengganti satu pemain asing Martin Atanasa,” kata perwakilan Bhayangkara Presisi.

Minimnya perubahan menjadi modal penting bagi Bhayangkara karena chemistry antarpemain diyakini sudah terbentuk. Namun, tekanan mempertahankan gelar biasanya justru membuat setiap pertandingan final four terasa lebih berat dari putaran reguler.

LavAni dan pemain asing kelas dunia ikut mengubah peta

Sorotan besar lain tertuju pada Jakarta LavAni Livin Transmedia yang mendatangkan bintang voli asal Jerman, George Grozer. Kehadiran Grozer membuat LavAni dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk melaju jauh di final four.

“Mudah mudahan tahun ini milik LavAni. Persiapan tim sudah semakin matang,” kata perwakilan manajemen LavAni, John Zulfikar.

Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya juga harus menyesuaikan diri setelah pemain asing mereka, Sokolov, mengalami cedera. Manajer tim Loudry Maspaitella mengatakan tim tetap menjaga kerangka skuad reguler dan hanya melakukan satu pergantian posisi spiker.

“Kami turun dengan skuad babak reguler, hanya ada satu pergantian posisi spiker karena Sokolov cedera,” ujarnya.

Persaingan putri tak kalah panas

Di sektor putri, Jakarta Pertamina Enduro memburu gelar dengan membawa pemain asing baru, Voronkova, untuk menggantikan Shcherban. Manajer tim Widi Triyoso menyebut keputusan itu lahir dari evaluasi skuad yang dilakukan manajemen.

“Evaluasi sudah dilakukan. Target kami jelas, mempertahankan juara Proliga tahun ini,” ujar Widi.

Jakarta Electric PLN juga melakukan penyegaran dengan mengganti Celeste Plak dan mendatangkan Kara Bejema. Menurut Manajer Electric PLN, Juli Ismaganti, langkah itu diambil agar permainan tim lebih solid di lapangan.

“Pihak manajemen memutuskan mengganti satu pemain asing Celeste Plak dengan Kara Bejema untuk menciptakan permainan yang lebih solid di lapangan,” kata Juli.

Gresik Phonska memilih stabilitas dengan mempertahankan pemain asing dan hanya mengganti satu pemain lokal. Sementara Jakarta Popsivo Polwan memasang target realistis untuk menjaga peluang di setiap laga yang mereka jalani.

Jadwal lengkap Final Four Proliga 2026 seri Surabaya

Berikut jadwal pertandingan Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya:

Kamis, 2 April 2026

  1. 16.00 WIB: Jakarta Bhayangkara Presisi vs Surabaya Samator
  2. 19.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN

Jumat, 3 April 2026

  1. 16.00 WIB: Jakarta Lavani Livin Transmedia vs Jakarta Garuda Jaya
  2. 19.00 WIB: Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Popsivo Polwan

Sabtu, 4 April 2026

  1. 16.00 WIB: Jakarta Garuda Jaya vs Jakarta Bhayangkara Presisi
  2. 19.00 WIB: Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Pertamina Enduro

Minggu, 5 April 2026

  1. 16.00 WIB: Jakarta Lavani Livin Transmedia vs Surabaya Samator
  2. 19.00 WIB: Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Electric PLN

Dengan format round robin dan jadwal yang rapat, setiap kesalahan kecil bisa langsung memengaruhi peluang lolos ke grand final. Karena itu, laga pembuka Surabaya Samator kontra Jakarta Bhayangkara Presisi bukan hanya sekadar pertandingan pertama, tetapi juga ujian awal bagi dua tim yang sama-sama ingin mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya.

Exit mobile version