Igor Tudor kini masuk daftar pelatih dengan masa jabatan singkat di Liga Inggris setelah Tottenham Hotspur memecatnya pada Minggu, 19 Maret 2026. Ia hanya bertahan 44 hari, menjadikannya salah satu manajer dengan periode kerja terpendek dalam sejarah modern kompetisi tersebut.
Keputusan itu diambil setelah Tottenham terus terpuruk di bawah asuhannya dan makin dekat ke zona degradasi. Tudor datang dengan tugas berat menggantikan Thomas Frank, tetapi situasi skuad yang krisis cedera membuat pekerjaannya sejak awal berjalan sangat sulit.
Tugas berat yang tidak sempat berkembang
Tottenham memanggil Tudor ketika klub sedang berada dalam tekanan besar. Target utamanya bukan sekadar memperbaiki performa, tetapi juga menjaga Spurs tetap aman dari ancaman turun kasta ke Championship.
Namun, kondisi tim saat itu jauh dari ideal. Menurut laporan referensi, Tottenham hanya memiliki 13 pemain senior yang tersedia di skuad utama karena badai cedera yang melanda tim.
Situasi itu membuat Tudor kesulitan membangun kestabilan permainan. Dalam waktu singkat, ia tidak punya banyak ruang untuk meracik taktik, menyusun komposisi terbaik, atau membangun momentum positif di ruang ganti.
Hasil buruk mempercepat pemecatan
Kekalahan 5-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions Eropa menjadi pukulan berat bagi posisi Tudor. Saat itu, turnamen tersebut disebut sebagai satu-satunya harapan tersisa Tottenham setelah peluang di Liga Inggris nyaris tertutup.
Selama menangani Spurs, Tudor hanya mencatat satu kemenangan dari tujuh pertandingan. Di Liga Inggris, ia bahkan tidak mampu mempersembahkan satu pun kemenangan, sebuah catatan yang langsung menekan posisinya di mata manajemen.
Tekanan hasil membuat keputusan pemecatan akhirnya tidak terelakkan. Tottenham kini mencari pelatih baru untuk memimpin sisa musim 2025/2026 dan mencoba menyelamatkan posisi klub di klasemen.
Masuk daftar manajer tersingkat di Liga Inggris
Masa kerja Tudor yang hanya 44 hari menempatkannya dalam kelompok pelatih dengan masa jabatan paling singkat di Premier League. Dalam daftar yang dihimpun dari berbagai sumber, ia berada di urutan keempat dari segi lamanya bertahan di kursi pelatih.
Berikut daftar pelatih dengan masa jabatan singkat di Liga Inggris:
- Sam Allardyce – Leeds United (30 hari)
- Ange Postecoglou – Nottingham Forest (39 hari)
- Les Reed – Charlton Athletic (40 hari)
- Igor Tudor – Tottenham (44 hari)
- Javi Gracia – Leeds United (69 hari)
- Rene Meulensteen – Fulham (75 hari)
- Frank de Boer – Crystal Palace (77 hari)
- Nathan Jones – Southampton (84 hari)
- Bob Bradley – Swansea City (85 hari)
- Quique Sánchez Flores – Watford (85 hari)
Daftar itu menunjukkan betapa kerasnya tekanan di Liga Inggris, terutama saat klub berada dalam krisis hasil dan kondisi internal tidak mendukung. Dalam kasus Tottenham, kombinasi antara cedera pemain, performa yang stagnan, dan hasil buruk di kompetisi utama membuat Tudor tidak pernah benar-benar mendapat waktu untuk membalikkan keadaan.
Tekanan di Premier League memang sangat singkat
Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi dengan tuntutan paling tinggi terhadap pelatih. Klub besar maupun menengah sering mengambil keputusan cepat ketika hasil tidak sesuai harapan, apalagi jika ancaman degradasi sudah terasa.
Dalam konteks Tottenham, pemecatan Tudor memperlihatkan bahwa manajemen menilai perubahan harus segera dilakukan. Tekanan semacam ini juga menjelaskan mengapa sejumlah pelatih sebelumnya mengalami nasib serupa, meski datang dengan reputasi besar atau pengalaman panjang.
Kini fokus Spurs bergeser ke pencarian pelatih baru yang dinilai mampu memberi respons cepat. Bagi Tudor, catatan 44 hari di Tottenham akan tercatat sebagai salah satu episode paling singkat dan paling sulit dalam perjalanan karier kepelatihannya di Liga Inggris.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com




