Tottenham Hotspur memasuki tujuh laga terakhir musim ini dengan tekanan besar setelah performa mereka merosot tajam dan membuat posisi klub berada dekat zona degradasi. Pelatih baru Roberto De Zerbi datang membawa tugas berat untuk menjaga Spurs tetap bertahan di Premier League, setelah Igor Tudor hanya bertahan 44 hari sebelum berpisah dengan klub.
Situasi Tottenham menjadi perhatian karena mereka hanya terpaut satu poin dari tiga tim terbawah saat Tudor pergi. Di saat yang sama, data prediksi super komputer Opta yang dikutip The Standard pada Kamis, 2 April 2026, menempatkan peluang Spurs terdegradasi sebesar 27,47 persen jika melihat sisa jadwal yang masih berat.
Tekanan Besar di Tujuh Laga Penentu
Tottenham tidak hanya butuh hasil, tetapi juga stabilitas permainan dalam waktu singkat. De Zerbi harus bekerja cepat untuk meredam masalah yang sudah muncul sejak periode Tudor, terutama setelah kekalahan 3-0 dari Nottingham Forest menjadi titik akhir kebersamaan keduanya.
Tantangan Spurs makin rumit karena lawan yang menunggu di sisa musim bukan tim-tim mudah. Aston Villa pada 2 April dan Chelsea pada 17 April menjadi dua ujian yang disebut sebagai bagian dari jadwal sulit yang bisa menentukan nasib Tottenham di klasemen akhir.
Prediksi Opta: Kans Bertahan Masih Ada
Meski ancaman degradasi terlihat nyata, prediksi Opta masih memberi ruang optimisme bagi Tottenham. Risiko turun ke Championship memang ada, tetapi angka 27,47 persen juga menunjukkan bahwa lebih dari separuh kemungkinan masih berpihak pada Spurs untuk bertahan di kasta tertinggi.
Berikut gambaran sederhana dari proyeksi Opta terhadap tim-tim yang terlibat di papan bawah:
- Tottenham Hotspur: peluang degradasi 27,47 persen.
- West Ham: peluang degradasi 59,49 persen.
- Burnley: peluang degradasi 99,90 persen.
- Wolves: peluang degradasi 99,94 persen.
Data itu memperlihatkan bahwa persaingan Tottenham tidak hanya bergantung pada hasil mereka sendiri, tetapi juga pada laju tim-tim lain di zona bawah. Dalam konteks ini, Spurs masih punya keuntungan karena dua tim di posisi paling bawah hampir pasti terdegradasi menurut prediksi yang sama.
Tugas Pertama De Zerbi: Perbaiki Taktik dan Mental
De Zerbi kini dihadapkan pada dua pekerjaan besar sekaligus, yaitu membenahi struktur permainan dan mengangkat kepercayaan diri pemain. Dalam situasi seperti ini, perubahan pelatih biasanya tidak langsung menyelesaikan masalah bila fondasi tim masih rapuh dan hasil buruk terus berulang.
Tottenham butuh cara bermain yang lebih rapi agar tidak mudah kehilangan momentum saat menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka. Selain itu, mental skuad menjadi faktor yang sama pentingnya karena tekanan untuk menghindari zona merah bisa memengaruhi keputusan pemain di lapangan.
Mengapa Sisa Jadwal Sangat Menentukan
Dalam perebutan bertahan di Premier League, selisih tipis poin sering kali menjadi pembeda antara aman dan terpuruk. Tottenham berada dalam posisi yang belum sepenuhnya aman, sehingga setiap pertandingan bisa mengubah perhitungan secara drastis.
De Zerbi juga harus memastikan timnya tidak banyak kehilangan poin dari laga yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Jika Spurs mampu mencuri hasil positif dari laga-laga berat, peluang bertahan akan terbuka lebih besar meski tekanan tetap tinggi sampai pekan terakhir musim ini.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com