Jordi Amat menjalani pengalaman baru bersama Timnas Indonesia di era pelatih John Herdman. Bek senior berusia 34 tahun itu kini tidak hanya tampil sebagai palang pintu, tetapi juga mulai dipercaya mengisi peran sebagai gelandang bertahan.
Perubahan posisi ini muncul dalam ajang FIFA Series 2026 pada Maret lalu, saat Timnas Indonesia mulai menguji fleksibilitas taktik di bawah arahan Herdman. Dalam laga melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 Maret, Amat turun sejak menit awal dan membantu tim meraih kemenangan telak 4-0.
Peran Baru di Era John Herdman
Herdman memulai tugasnya bersama Timnas Indonesia lewat turnamen FIFA Series 2026, dan ia langsung membawa pendekatan yang menekankan koneksi antarlini. Jordi Amat mengaku merasakan langsung perubahan itu karena tuntutan permainan kini tidak sebatas bertahan, tetapi juga ikut membangun serangan dari belakang.
“Kami mencoba bermain sepak bola dengan versi terbaik dan membangun banyak koneksi antar lini,” ujar Jordi Amat seperti dikutip dari laman resmi Persija Jakarta. Kalimat itu mencerminkan bagaimana ia memahami peran barunya sebagai bagian dari sistem yang lebih dinamis.
Dari Bek Tengah ke Gelandang Bertahan
Selama kariernya, Jordi Amat lebih dikenal sebagai bek tengah murni. Ia telah lama menjalankan posisi tersebut sejak kelompok usia muda hingga level profesional, sehingga pergeseran ke lini tengah menjadi perubahan yang cukup signifikan.
- Bek tengah dengan tugas utama memutus serangan lawan.
- Gelandang bertahan yang dituntut menjaga ritme dan distribusi bola.
- Pemain penghubung antara lini belakang dan lini tengah.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, peran baru itu mulai ia jalani bersama Timnas Indonesia. Meski belum menjadi posisi utamanya, Amat menyebut pengalaman tersebut sebagai tantangan yang menarik dan bagian dari proses belajar yang terus berlangsung.
“Bermain sebagai gelandang adalah tantangan. Setiap hari saya belajar hal baru, itu sangat menarik,” kata Jordi Amat. Ungkapan itu memperlihatkan kesiapan Amat untuk beradaptasi di tengah kebutuhan tim yang berubah.
Kontribusi dan Pengalaman di Timnas Indonesia
Sejauh ini, Jordi Amat telah mencatat 20 caps bersama Timnas Indonesia dan menyumbangkan dua gol. Catatan itu menunjukkan perannya yang stabil sebagai salah satu pemain berpengalaman di skuad Garuda, terutama dalam fase transisi tim.
Pengalamannya juga makin kaya karena ia pernah bekerja di bawah tiga pelatih berbeda, yakni Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman. Setiap pelatih membawa pendekatan yang berbeda, dan Amat kini menjadi salah satu pemain yang paling merasakan transformasi itu secara langsung.
Dampak untuk Fleksibilitas Taktik Timnas
Peran baru Jordi Amat memberi nilai lebih bagi Timnas Indonesia karena membuka opsi taktik yang lebih variatif. Dengan bek yang bisa turun ke lini tengah, tim mendapat tambahan kualitas dalam distribusi bola dan kontrol permainan saat menghadapi lawan yang menekan tinggi.
Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan sepak bola modern yang menuntut pemain serbabisa. Dalam konteks Timnas Indonesia, kehadiran sosok seperti Amat bisa membantu pelatih merancang skema yang lebih fleksibel tanpa harus melakukan banyak pergantian pemain.
Fakta Penting Jordi Amat di Era John Herdman
- Jordi Amat berusia 34 tahun.
- Ia tampil sebagai starter saat Indonesia melawan St Kitts and Nevis.
- Laga itu berakhir dengan kemenangan Indonesia 4-0.
- Turnamen FIFA Series 2026 menjadi debut John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.
- Amat mulai dicoba sebagai gelandang bertahan dalam skema tim.
Adaptasi Jordi Amat menunjukkan bahwa Timnas Indonesia sedang bergerak ke arah permainan yang lebih cair dan terstruktur. Di bawah John Herdman, fleksibilitas posisi seperti ini bisa menjadi salah satu kunci untuk memperluas opsi permainan Garuda pada laga-laga berikutnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




