John Herdman menyoroti arah pembinaan sepak bola Indonesia saat berbicara langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ia meminta federasi memberi perhatian lebih besar pada pengembangan usia dini, terutama dengan menempatkan pelatih terbaik di kelompok umur.
Diskusi ini muncul di tengah upaya PSSI memperkuat fondasi tim nasional dari level bawah hingga senior. Herdman menilai kualitas pembinaan di kelompok usia muda akan sangat menentukan masa depan Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
Fokus Herdman pada pembinaan usia muda
Herdman menilai tim nasional kelompok umur bukan sekadar tempat mencari prestasi instan. Ia melihat level U-15 dan U-17 sebagai tahap paling penting karena di sanalah karakter bermain dan kebiasaan dasar pemain dibentuk.
Pelatih asal Kanada itu menekankan bahwa pelatih terbaik seharusnya tidak hanya ditempatkan di tim senior. Menurut dia, justru di level usia muda tantangan terbesar muncul karena pelatih harus bekerja dengan pemain yang potensinya belum sepenuhnya terlihat.
“Pelatih terbaik seharusnya di tempatkan pada kelompok usia muda. Khususnya di level U-17 dan U-15,” ujar Herdman dalam percakapan yang dibagikan Erick Thohir melalui Instagram.
Erick Thohir menyambut usulan tersebut
Erick Thohir memberi respons positif terhadap gagasan itu dan menyatakan dukungan pada program pengembangan usia dini. Ia juga menyebut ide tersebut sejalan dengan pandangan Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers.
“Kami setuju dengan yang kamu ajukan untuk mengembangkan tim usia dini. Saya pikir Alex Zwiers setuju jadi kita akan mendukung penuh programnya,” kata Erick.
Sikap itu menunjukkan bahwa PSSI mulai menaruh perhatian lebih besar pada struktur pembinaan jangka panjang. Fokus tidak lagi hanya pada hasil tim senior, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pemain sejak usia belia.
Perubahan di struktur tim junior
Dukungan terhadap pembinaan usia muda juga terlihat dari perubahan di jajaran pelatih tim junior. PSSI telah menyerahkan posisi pelatih Timnas Indonesia U-17 kepada Kurniawan Dwi Yulianto.
Sebelumnya, Kurniawan menggantikan Nova Arianto yang kemudian naik kelas untuk menangani Timnas Indonesia U-20. Pergeseran ini menunjukkan adanya upaya penyegaran sekaligus penataan ulang jalur pembinaan berjenjang di level kelompok umur.
- Timnas Indonesia U-17 kini ditangani Kurniawan Dwi Yulianto.
- Nova Arianto naik ke Timnas Indonesia U-20.
- PSSI menempatkan pembinaan usia dini sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Mengapa usia dini jadi sorotan
Dalam sepak bola modern, fondasi tim kuat biasanya dibangun dari akademi dan kelompok usia muda. Negara yang sukses umumnya memiliki sistem pembinaan yang rapi, konsisten, dan dijalankan oleh pelatih dengan pengalaman taktik serta pengembangan pemain.
Herdman tampaknya melihat hal serupa perlu dipertegas di Indonesia. Ia menilai hasil besar di level senior akan sulit dicapai jika jalur pembinaan dari U-15, U-17, hingga U-20 tidak dikelola dengan serius.
Hal itu juga relevan dengan kondisi Timnas Indonesia yang sedang mencoba menjaga kesinambungan prestasi. Saat satu generasi tampil baik, regenerasi harus sudah dipersiapkan agar kualitas tim tidak turun drastis.
Latar interaksi Herdman dan Erick
John Herdman sebelumnya telah memimpin Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Dalam ajang itu, skuad Garuda mencatat kemenangan atas Saint Kitts and Nevis sebelum kalah dari Bulgaria.
Di sisi lain, agenda terdekat Timnas Indonesia masih menunggu FIFA Matchday bulan Juni dan Piala AFF 2026. Meski begitu, dalam unggahan Erick Thohir, pembicaraan dengan Herdman justru lebih menonjol pada pembenahan struktur pembinaan ketimbang pembahasan agenda pertandingan.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa fokus jangka panjang mendapat tempat dalam komunikasi internal PSSI. Pembinaan usia dini kini diposisikan sebagai pondasi yang harus diperkuat agar Timnas Indonesia punya cadangan talenta yang lebih stabil di masa depan.
Arah pembinaan yang sedang dibangun PSSI
Perhatian pada level junior juga menyentuh persoalan kualitas pelatih. Jika PSSI ingin menaikkan level pemain sejak usia muda, maka pelatih yang menangani kelompok ini harus punya kapasitas teknis, pengalaman, dan visi pembangunan pemain yang jelas.
Dalam konteks itu, usulan Herdman cukup penting karena menempatkan pendidikan sepak bola sebagai prioritas utama. Dengan dukungan Erick Thohir dan jajaran teknis seperti Alex Zwiers, kebijakan pembinaan usia dini bisa menjadi salah satu langkah paling strategis dalam membangun masa depan Timnas Indonesia.
Baca selengkapnya di: www.suara.com