Raymond/Nikolaus Tersingkir Tipis, Duel Ketat Lawan Korea Berakhir di Setting Point

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus berhenti lebih cepat di Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah menelan kekalahan tipis dari wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju. Duel babak 32 besar di Ningbo, China, Rabu (8/4/2026), berakhir dengan skor 21-11, 15-21, 23-25 dalam laga yang berlangsung ketat sampai setting point.

Hasil itu terasa pahit karena pasangan ganda putra Indonesia sempat menunjukkan permainan yang solid, terutama saat berhasil merebut gim kedua. Namun, pada gim penentuan, mereka gagal menjaga momen dan akhirnya tersingkir dari turnamen yang juga menjadi salah satu ajang penting di kalender bulu tangkis Asia.

Jalannya pertandingan yang berubah-ubah

Raymond dan Nikolaus memulai pertandingan dengan cukup baik di atas kertas, tetapi pola permainan lawan ternyata tidak sesuai prediksi awal. Raymond mengakui mereka sempat kehilangan ritme karena lawan justru menurunkan tempo permainan pada gim pertama.

“Mainnya lumayan oke, hanya hasilnya kurang maksimal. Di poin-poin terakhir kami banyak mengangkat bola jadi kami banyak terserang,” ujar Raymond selepas laga.

Ia menambahkan, pasangan Korea tampil dengan pendekatan yang berbeda dari ekspektasi mereka. Alih-alih langsung menekan, lawan lebih sabar dan mengandalkan permainan satu-satu untuk memancing kesalahan.

Adaptasi terlambat di gim awal

Nikolaus Joaquin menyebut kejutan pola permainan lawan membuat mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Kondisi itu membuat pasangan Indonesia terlambat menemukan tempo terbaik pada awal pertandingan.

“Pada gim pertama kami kaget dengan pola lawan, kami telat antisipasi. Pada gim kedua kami mencoba bermain sesuai tempo permainan kami dan itu berhasil,” kata Nikolaus.

Perubahan itu memang terlihat jelas di gim kedua. Raymond/Nikolaus mampu bermain lebih agresif, mengambil inisiatif, dan menekan lawan lewat serangan yang lebih rapi.

Duel superketat di gim penentuan

Gim ketiga berlangsung jauh lebih sengit dibanding dua gim sebelumnya. Kedua pasangan saling kejar angka hingga masuk setting point, dan tidak ada pihak yang benar-benar nyaman memimpin pada fase akhir pertandingan.

Berikut ringkasan hasil tiga gim pertandingan:

  1. Gim 1: Raymond/Nikolaus kalah 21-11
  2. Gim 2: Raymond/Nikolaus menang 15-21
  3. Gim 3: Raymond/Nikolaus kalah 23-25

Nikolaus mengakui tekanan di gim penentuan sangat besar karena mereka terus berada dalam posisi mengejar. Menurut dia, pada poin-poin akhir juga ada faktor keberuntungan yang memengaruhi hasil, meski pilihan permainan mereka sendiri ikut memberi ruang serang kepada lawan.

“Memang pada gim ketiga cukup ketat, kami kejar-kejaran poin dan di setting poin pun kami tidak pernah memimpin. Di poin akhir itu mungkin ada faktor keberuntungan juga tetapi kami juga banyak mengangkat bola jadi musuh kans menyerangnya lebih besar dari kami,” ujarnya.

Kekuatan lawan di drive dan pertahanan depan net

Nikolaus juga menyoroti aspek teknis yang membuat pasangan Korea lebih stabil di fase-fase krusial. Ia menilai Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju unggul dalam duel drive cepat serta rapat saat menutup area depan net.

“Lawan memiliki keunggulan di bagian bola-bola drive dan Kang Min Hyuk di depannya nutup, serta defence di arah badannya mereka cukup baik dibandingkan kita buat lari-lari,” tutur Nikolaus.

Keunggulan itu membuat Indonesia lebih sering dipaksa bertahan dan mengangkat bola. Situasi tersebut memberi peluang bagi pasangan Korea untuk mengambil alih inisiatif serangan, terutama ketika skor sudah masuk angka-angka akhir.

Pelajaran dari kekalahan tipis

Kekalahan di babak 32 besar ini menjadi evaluasi penting bagi Raymond/Nikolaus, terutama dalam pengambilan keputusan pada poin-poin kritis. Dalam laga level tinggi seperti BAC, satu dua kesalahan di akhir gim sering langsung menentukan hasil pertandingan.

Bagi pasangan Indonesia, duel ini juga menunjukkan bahwa kemampuan membaca perubahan tempo lawan menjadi faktor penting di sektor ganda putra. Saat lawan mampu memperlambat permainan lalu menaikkan intensitas di momen tertentu, adaptasi yang terlambat bisa berakibat fatal.

Fakta singkat pertandingan

  1. Ajang: Badminton Asia Championships 2026
  2. Lokasi: Ningbo, China
  3. Babak: 32 besar
  4. Wakil Indonesia: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
  5. Lawan: Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju
  6. Skor akhir: 21-11, 15-21, 23-25
  7. Hasil: Raymond/Nikolaus tersingkir, pasangan Korea lolos ke 16 besar

Kekalahan dramatis ini menutup langkah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di BAC 2026 lebih cepat dari harapan, tetapi performa mereka tetap menunjukkan bahwa persaingan ganda putra Indonesia di level Asia masih punya potensi besar. Nantinya, detail kecil seperti stabilitas di poin akhir, ketepatan drive, dan keberanian menekan akan kembali menjadi fokus utama jika mereka ingin melangkah lebih jauh di turnamen berikutnya.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button