Paris Saint-Germain mempertahankan peluang besar untuk melaju ke semifinal Liga Champions setelah menaklukkan Liverpool 2-0 pada leg pertama perempat final di Parc des Princes, Kamis (9/4). Gol Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia membuat PSG pulang dengan modal kuat, sementara Liverpool harus mengejar defisit dua gol di Anfield pekan depan.
Hasil ini juga memunculkan perbincangan soal efektivitas PSG di depan gawang. Khvicha Kvaratskhelia bahkan menilai timnya punya peluang mencetak lebih banyak gol saat Liverpool terlihat kesulitan keluar dari tekanan permainan tuan rumah.
PSG Tampil Dominan Sejak Menit Awal
PSG langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan Liverpool dari awal pertandingan. Gol pembuka lahir pada menit ke-11 lewat sepakan Desire Doue yang berbelok arah setelah mengenai kaki Ryan Gravenberch, lalu mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili.
Keunggulan itu membuat PSG semakin percaya diri mengontrol permainan. Liverpool mencoba bertahan rapat dengan skema tiga bek tengah, tetapi struktur itu kerap kerepotan menghadapi kecepatan dan mobilitas pemain-pemain PSG di area sepertiga akhir.
Kvaratskhelia Jadi Pembeda di Babak Kedua
Khvicha Kvaratskhelia menambah keunggulan PSG pada menit ke-65 setelah melewati bek Liverpool dan menuntaskan peluang dengan tenang. Gol itu mempertegas dominasi PSG dalam laga yang mereka kuasai hampir sepanjang pertandingan.
Dalam wawancara seusai laga, Kvaratskhelia mengatakan PSG sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol lebih banyak. "Saya pikir kami memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Ada banyak momen di mana kami seharusnya mencetak gol, tetapi ini tidak apa-apa," ujar Kvaratskhelia dikutip dari AFP.
Pemain asal Georgia itu juga menegaskan timnya tidak boleh lengah menjelang leg kedua. "Saya pikir 2-0 itu bagus, tetapi kami harus tetap fokus karena kami harus bermain di Anfield. Kami tahu suasananya akan luar biasa, jadi kami sudah mulai mempersiapkan pertandingan itu," lanjutnya.
VAR, Penalti yang Dianulir, dan Peluang yang Terbuang
PSG sebenarnya punya peluang untuk menutup laga dengan skor lebih lebar. Sebuah penalti untuk tuan rumah pada babak kedua dibatalkan setelah tinjauan VAR, sehingga PSG gagal menambah gol dari situasi yang sempat membuat pertahanan Liverpool kacau.
Momen itu menegaskan betapa besar tekanan yang diberikan PSG sepanjang pertandingan. Dengan Liverpool yang terus bertahan dalam blok rendah, sejumlah peluang PSG terbuang karena keputusan akhir yang kurang rapi di area penalti.
Liverpool Perlu Respons Besar di Anfield
Kekalahan ini menjadi pukulan lain bagi Liverpool yang sedang berada dalam periode sulit. Tim asuhan Arne Slot sebelumnya juga tumbang 0-4 dari Manchester City di Piala FA pada akhir pekan lalu, dan kini hanya menang satu kali dalam enam laga terakhir di semua kompetisi.
Arne Slot mengakui timnya banyak bertahan sepanjang laga dan menilai PSG tampil lebih baik. "Kami berada dalam mode bertahan di sebagian besar pertandingan, dan mungkin kami juga sedang dalam mode bertahan di periode musim ini," kata Slot.
Meski begitu, Slot masih melihat peluang timnya untuk bangkit di leg kedua. "Sangat, sangat sulit melawan tim ini. PSG adalah tim yang lebih baik, tetapi kami tidak menyerah dan itulah mengapa kami masih memiliki peluang dalam babak ini," tambahnya.
Catatan Penting Jelang Leg Kedua
- PSG unggul agregat 2-0 atas Liverpool.
- Liverpool wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk memaksa laga berlanjut lebih jauh.
- Anfield akan menjadi faktor penting karena atmosfer kandang Liverpool dikenal sangat intens.
- PSG perlu menjaga konsentrasi karena keunggulan dua gol belum sepenuhnya aman di Liga Champions.
- Liverpool harus memperbaiki transisi bertahan dan efektivitas serangan bila ingin membalikkan keadaan.
Pertemuan di Anfield nanti akan menentukan apakah PSG benar-benar mampu menjaga momentum menuju semifinal atau Liverpool mampu menghadirkan comeback besar di hadapan pendukungnya sendiri. Dengan jarak dua gol yang masih bisa dikejar dan kualitas dua tim yang sama-sama tinggi, laga leg kedua diperkirakan berlangsung jauh lebih terbuka dan berisiko menghadirkan lebih banyak peluang gol.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com