Pertahanan Korea Mengunci Laju Jafar/Felisha, Langkah BAC Terhenti di Rubber Game

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus menghentikan langkah di babak kedua Badminton Asia Championships 2026 setelah kalah dari wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, di Ningbo. Ganda campuran Indonesia itu takluk lewat rubber game 21-23, 22-20, dan 10-21 dalam laga yang banyak ditentukan oleh solidnya pertahanan lawan.

Kekalahan ini terasa mengecewakan karena Jafar/Felisha sempat punya peluang besar, terutama saat unggul jauh di gim pertama. Namun, rapatnya defense lawan membuat mereka sulit menjalankan pola serangan yang sudah disiapkan sejak awal pertandingan.

Pertahanan Korea Selatan jadi pembeda

Jafar/Felisha mengakui Kim/Jang tampil sangat disiplin dalam bertahan. Jafar menyebut pasangan Korea Selatan itu tidak hanya kuat di defense, tetapi juga punya permainan depan yang rapi dan variasi serangan yang baik.

Felisha menilai masalah utama muncul ketika lawan lebih dulu mengangkat bola dan memutus ritme permainan Indonesia. Situasi itu membuat mereka gagal masuk ke pola serangan yang diinginkan dan akhirnya sering membuat keputusan terburu-buru.

  1. Gim pertama: Jafar/Felisha sempat unggul 20-16, tetapi kehilangan momentum dan kalah 21-23.
  2. Gim kedua: pasangan Indonesia bangkit dan menang 22-20 setelah keluar dari tekanan.
  3. Gim ketiga: kesalahan sendiri meningkat dan mereka tertinggal jauh sebelum kalah 10-21.

Kesalahan sendiri ikut menentukan hasil

Felisha mengakui kekalahan ini meninggalkan penyesalan karena peluang menang sebenarnya terbuka lebar. Ia menyebut gim pertama menjadi titik yang paling disesalkan karena keunggulan besar tidak bisa dipertahankan hingga akhir.

Menurut dia, masalah terbesar bukan hanya pertahanan lawan, tetapi juga banyaknya error yang tidak perlu di gim penentuan. Pola ini membuat permainan mereka jauh dari harapan dan tidak stabil saat tekanan meningkat.

Catatan teknis dari Jafar/Felisha

Jafar menilai pertandingan ini menunjukkan bahwa pasangan Korea Selatan punya kekuatan utama pada pertahanan yang sangat rapat. Ia juga menyoroti kondisi lapangan dan bola yang lambat sehingga membutuhkan power lebih besar untuk menembus blok dan serangan balik lawan.

Berikut poin evaluasi yang disorot Jafar/Felisha:

  1. Konsistensi harus ditingkatkan agar tidak banyak melakukan kesalahan sendiri.
  2. Power pukulan perlu ditambah, terutama saat menghadapi bola lambat.
  3. Pola serangan harus lebih fleksibel agar tidak mudah dipatahkan lawan.
  4. Transisi dari menyerang ke bertahan perlu lebih cepat saat lawan mengubah tempo.

Dampak untuk perjalanan mereka di BAC 2026

Tersingkir di babak kedua tentu menjadi hasil yang belum sesuai harapan bagi ganda campuran muda Indonesia itu. Meski begitu, laga ini memberi gambaran jelas tentang tantangan yang harus mereka hadapi ketika berjumpa pasangan dengan pertahanan kuat dan disiplin tinggi.

Jafar/Felisha kini menargetkan perbaikan di aspek konsistensi, pengambilan keputusan, dan kekuatan pukulan supaya lebih siap menghadapi lawan dengan karakter permainan serupa pada turnamen berikutnya. Dalam level kompetisi Asia, kemampuan menjaga sabar, akurasi, dan kestabilan permainan sering kali menjadi penentu saat reli panjang terus terjadi.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button