
Presiden RI Prabowo Subianto menitipkan pesan khusus kepada calon Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) agar tetap menjaga kemurnian pencak silat. Ia juga meminta kepemimpinan baru terus melanjutkan upaya membawa pencak silat tampil di ajang Olimpiade.
Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI PB IPSI di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Prabowo menegaskan dirinya tidak akan kembali maju sebagai ketua umum karena kini memikul tanggung jawab sebagai Presiden RI.
Dorongan agar pencak silat naik level internasional
Dalam forum tersebut, Prabowo mengakui bahwa target membawa pencak silat ke Olimpiade belum berhasil diwujudkan selama ia memimpin IPSI. Meski begitu, ia menyebut perjuangan itu belum selesai dan masih perlu dilanjutkan oleh pengurus berikutnya.
“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke Olimpiade,” kata Prabowo, dikutip dari Medcom.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa orientasi pengembangan pencak silat tidak hanya berhenti pada level nasional. Di bawah kepemimpinan baru, IPSI diharapkan tetap aktif memperluas ruang kompetisi dan diplomasi olahraga agar pencak silat semakin kuat di mata dunia.
Komitmen tetap mendukung meski tak lagi menjabat
Prabowo juga menegaskan bahwa dirinya tetap berada di barisan pendukung pencak silat, baik dengan jabatan maupun tanpa jabatan. Ia menyebut keterlibatannya selama puluhan tahun di lingkungan IPSI membuat ikatan dengan olahraga ini tetap kuat.
“Dikatakan saya ini sudah 34 tahun di kalangan IPS, dan saya siap terus akan terus mendukung. Dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir dia pendekar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap pencak silat tidak semata soal posisi struktural. Bagi Prabowo, identitas sebagai pendekar melekat pada nilai, disiplin, dan pengabdian yang terus hidup meski peran organisasi berubah.
Prestasi internasional sudah ada, tetapi target besar belum tuntas
Selama masa kepemimpinannya, Prabowo menyampaikan bahwa IPSI telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan di level global. Atlet-atlet Indonesia disebut berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kejuaraan internasional.
Pencapaian itu menjadi modal penting untuk memperkuat legitimasi pencak silat sebagai cabang olahraga berkelas dunia. Namun, Prabowo menilai pencak silat tetap harus dijaga agar tidak kehilangan akar budaya dan keasliannya di tengah dorongan untuk terus berkembang.
Berikut fokus pesan Prabowo kepada kepemimpinan IPSI yang baru:
- Melanjutkan perjuangan agar pencak silat masuk Olimpiade.
- Menjaga kemurnian ilmu dan teknik pencak silat.
- Mempertahankan identitas budaya dan filosofi asli pencak silat.
- Menjaga prestasi internasional yang sudah diraih atlet Indonesia.
- Memperkuat solidaritas dan kesinambungan pembinaan di tubuh IPSI.
Kemurnian pencak silat tetap jadi garis utama
Di tengah ambisi mengejar panggung Olimpiade, Prabowo mengingatkan agar IPSI tidak mengorbankan karakter dasar pencak silat. Ia menilai kemurnian ilmu menjadi sumber kekuatan utama bagi pencak silat untuk tetap hidup dan dihormati.
“Obsesi kita harus menjaga untuk kemurnian daripada pencak silat itu sendiri. Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat,” tegasnya.
Pesan ini mengandung makna penting bagi arah pembinaan pencak silat ke depan. Di satu sisi, cabang olahraga ini perlu modern, kompetitif, dan siap bersaing di level dunia, tetapi di sisi lain tetap harus mempertahankan nilai tradisi, etika, dan teknik yang menjadi jati dirinya.
Dengan pesan tersebut, Munas PB IPSI tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan arah besar pencak silat Indonesia. Tantangan ke depan kini berada di tangan pengurus baru untuk menjaga warisan budaya itu tetap utuh sambil terus membuka jalan menuju panggung olahraga paling bergengsi di dunia.









