Persebaya Akui Hampir Tertutup Dari Gelar Super League, Tavares Mulai Siapkan Musim Depan

Persebaya Surabaya kini berada dalam situasi yang sangat berat dalam persaingan gelar juara Super League. Kekalahan 0-3 dari Persija Jakarta pada pekan ke-27 di Stadion Utama Gelora Bung Karno membuat peluang Bajul Ijo untuk mengejar puncak klasemen tinggal hitungan matematis, bukan lagi realistis.

Hasil itu juga menahan Persebaya di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Mereka tertinggal 19 angka dari Persib Bandung di puncak klasemen, sementara kompetisi hanya menyisakan tujuh pertandingan dengan maksimal 21 poin yang masih bisa diperebutkan.

Situasi Persebaya di Papan Atas

Secara hitung-hitungan, Persebaya masih belum benar-benar tertutup dari peluang juara. Namun jarak poin yang terlalu lebar membuat target menyalip pemuncak klasemen menjadi sangat sulit dicapai.

Berikut gambaran singkat kondisi tim saat ini:

  1. Persebaya Surabaya: 42 poin
  2. Posisi klasemen: peringkat keenam
  3. Selisih dengan pemuncak klasemen: 19 poin
  4. Sisa laga: 7 pertandingan
  5. Poin maksimal tersisa: 21 poin

Dengan kondisi tersebut, Persebaya membutuhkan performa sempurna hingga akhir musim. Di saat yang sama, mereka juga harus berharap para pesaing di atas kehilangan banyak poin, sesuatu yang sulit terjadi di fase akhir kompetisi.

Pernyataan Bernardo Tavares

Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah menjanjikan gelar juara kepada siapa pun. Pelatih asal Portugal itu menyebut fokus utamanya adalah bekerja keras untuk tim, bukan memberi janji berlebihan.

“Saat saya datang, saya tidak pernah menjanjikan kepada siapa pun bahwa kami akan menjadi juara, termasuk untuk masa depan,” kata Tavares seusai pertandingan melawan Persija Jakarta.

Tavares menilai tugas utamanya adalah mengangkat performa tim secara bertahap. Ia juga menekankan bahwa dirinya datang untuk bekerja keras demi Persebaya dan para pendukung, bukan sekadar menjalani pekerjaan tanpa target yang jelas.

Evaluasi Usai Kekalahan dari Persija

Tavares tak menutupi rasa kecewanya terhadap performa pemain di laga tersebut. Ia menilai ada kesalahan fatal yang terjadi sejak awal pertandingan dan berujung pada hadiah penalti untuk Persija.

Menurut Tavares, situasi itu sebenarnya sudah dibahas dalam latihan agar pemain menghindari pelanggaran ceroboh. Namun, keputusan yang buruk di area berbahaya justru membuat tim kebobolan cepat dan kehilangan momentum.

Gol dari titik putih itu membuat Persija semakin percaya diri. Dukungan penuh suporter tuan rumah juga ikut memperkuat tekanan terhadap Persebaya sepanjang pertandingan.

Masalah yang Disorot Pelatih

Selain kesalahan di lini belakang, Tavares juga mengkritik penyelesaian akhir timnya. Persebaya disebut sempat menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi gol.

Berikut dua masalah utama yang disorot sang pelatih:

  1. Kesalahan pertahanan yang menghasilkan penalti cepat
  2. Penyelesaian akhir yang kurang efektif meski memiliki peluang

Dua persoalan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Jika tidak, Persebaya akan kesulitan menjaga konsistensi dalam tujuh laga sisa.

Fokus Beralih ke Sisa Musim dan Persiapan Berikutnya

Meski peluang juara menipis, Tavares menegaskan timnya tetap harus menyelesaikan musim dengan serius. Ia meminta Persebaya tidak kehilangan arah hanya karena target gelar tampak makin jauh.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga mulai memikirkan persiapan untuk musim depan. Namun, ia menegaskan bahwa pembenahan tim tidak boleh mengabaikan laga-laga yang masih tersisa pada musim ini.

Persebaya kini menghadapi tuntutan untuk bangkit bukan hanya demi posisi klasemen, tetapi juga demi menjaga kepercayaan suporter. Sisa pertandingan akan menjadi ajang pembuktian apakah tim ini mampu menutup musim dengan performa yang lebih stabil dan layak dibanggakan.

Exit mobile version