Perubahan Sikap Ubah Nasib Columbus Crew, Taklukkan Atlanta 3-1 dan Putus Puasa Kemenangan

Columbus Crew akhirnya memutus rangkaian hasil buruk setelah menang 3-1 atas Atlanta United dalam laga yang disebut pelatih Henrik Rydstrom sebagai bukti perubahan sikap tim. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Crew pada musim ini sekaligus mengakhiri lima pertandingan tanpa kemenangan, dengan Wessam Abou Ali dan Maximilian Arfsten ikut mencatatkan nama di papan skor.

Hasil tersebut juga mendorong Columbus naik ke peringkat ke-13 Wilayah Timur. Menjelang laga tandang berikutnya melawan Orlando City, Rydstrom menilai timnya mulai menunjukkan respons yang lebih matang ketika menghadapi tekanan, terutama setelah kebobolan.

Perubahan Sikap Jadi Titik Balik

Rydstrom menegaskan bahwa kemenangan atas Atlanta bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga cara tim bereaksi di lapangan. Menurut dia, Columbus sempat memiliki kecenderungan meratapi keadaan ketika lawan mencetak gol dan skor berubah menjadi 2-1.

Namun, situasi itu kini terlihat berbeda. “Sekarang, kami merespons dengan permainan langsung, mencetak gol lagi. Ini reaksi yang baik, tidak hanya saat kami mencetak gol, tetapi juga karena kami terus berjuang untuk gol berikutnya,” kata Rydstrom.

Pelatih asal Swedia itu juga menyebut timnya mengalami perkembangan signifikan sejak ia ditunjuk sekitar tiga bulan lalu. Ia menilai suasana ruang ganti mulai berubah dan energi kolektif tim terasa lebih hidup.

Abou Ali Jadi Kunci Lini Serang

Wessam Abou Ali kembali menjadi sorotan dalam kemenangan tersebut. Striker itu sudah mengoleksi delapan gol dalam 11 pertandingan musim reguler, dengan dua gol ke gawang Atlanta memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling produktif di skuad Crew.

Catatan itu menempatkan Abou Ali dalam daftar elite sejarah klub. Ia menjadi pemain kelima Columbus Crew yang mampu mencetak delapan gol dalam 11 laga musim reguler pertamanya, mengikuti nama-nama seperti Brian McBride, Stern John, Ola Kamara, dan Cucho Hernandez.

Kontribusi Abou Ali penting bagi tim yang sempat kesulitan mencetak gol pada awal musim. Crew bahkan gagal menjebol gawang lawan dalam dua laga kandang pertama, sesuatu yang terakhir terjadi pada April 2022.

Situasi Columbus dan Orlando Berbeda Jauh

Laga berikutnya mempertemukan Columbus dengan Orlando City yang datang dalam kondisi kurang ideal. Orlando baru saja kalah telak 6-0 dari Los Angeles FC dan menghuni peringkat ke-14 Wilayah Timur dengan hanya tiga poin dari enam pertandingan pertama.

Meski begitu, Orlando tetap punya rekor pertemuan yang kuat dalam duel melawan Columbus. Dari 14 pertemuan terakhir sejak Oktober 2018, Crew hanya menang tiga kali, dan Orlando juga selalu mampu mencetak gol dalam hampir semua laga tersebut, termasuk dalam enam lawatan terakhir ke Columbus.

Untuk menggambarkan situasi kedua tim, berikut rangkuman singkatnya:

  1. Columbus Crew menang 3-1 atas Atlanta United.
  2. Columbus mengakhiri lima laga tanpa kemenangan.
  3. Wessam Abou Ali dan Maximilian Arfsten mencetak gol.
  4. Orlando City datang setelah kalah 0-6 dari LAFC.
  5. Orlando hanya mengumpulkan tiga poin dari enam laga awal.

Tekanan Masih Mengiringi Kedua Tim

Meski Columbus baru bangkit, tekanan belum hilang sepenuhnya. Mereka masih harus memperbaiki konsistensi, khususnya di kandang, setelah gagal mencetak gol dalam dua laga kandang pertama musim ini.

Orlando City juga membawa beban yang tidak kecil. Tim itu tercatat sebagai tim ketiga dalam sejarah MLS yang kalah dalam dua pertandingan beruntun dengan selisih lima gol atau lebih, sebuah capaian negatif yang menempatkan mereka sejajar dengan rekor buruk San Jose Earthquakes dan New England Revolution.

Data tersebut menunjukkan bahwa duel berikutnya tidak hanya penting untuk klasemen, tetapi juga untuk menguji apakah perubahan sikap Columbus benar-benar sudah menjadi kebiasaan baru. Jika Crew mampu menjaga intensitas dan respons seperti saat melawan Atlanta, peluang mereka untuk naik lebih jauh di Wilayah Timur akan tetap terbuka.

Exit mobile version