Justin Hubner melontarkan sindiran keras kepada NAC Breda setelah klub tersebut ikut menyoroti status kewarganegaraan pemain naturalisasi di Liga Belanda. Bek tim nasional Indonesia itu menilai langkah NAC Breda tidak pantas, apalagi isu itu sempat berdampak langsung pada beberapa pemain yang dinyatakan tak bisa tampil sementara waktu.
Pernyataan Hubner muncul usai laga Fortuna Sittard kontra NAC Breda yang berakhir 1-1 pada Minggu malam WIB. Dalam momen itu, Hubner juga menegaskan bahwa persoalan paspor seharusnya tidak masuk ke urusan performa di lapangan.
Awal Mula Polemik Paspoortgate
Kasus ini bermula ketika NAC Breda melaporkan pertanyaan soal legalitas Dean James kepada Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB. Klub tersebut menilai pemain Go Ahead Eagles yang kini menjadi warga negara Indonesia itu memerlukan izin kerja baru di Belanda setelah tidak lagi memegang paspor Belanda.
Laporan itu kemudian memicu polemik yang disebut sebagai “paspoortgate”. Dampaknya tidak kecil karena sekitar 25 pemain keturunan Belanda yang sudah berganti paspor menjadi warga negara Indonesia, Suriname, atau Cape Verde ikut terseret dalam pemeriksaan administrasi.
Akibat situasi tersebut, sejumlah pemain sempat dilarang bermain dan berlatih. Nama-nama seperti Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens, dan Justin Hubner ikut terdampak sebelum KNVB menyelesaikan investigasi.
KNVB Menyatakan Para Pemain Tak Bersalah
KNVB kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap status para pemain yang disorot. Hasil investigasi menyebut para pemain terdampak tidak bersalah, sehingga mereka kembali diizinkan beraktivitas bersama klub masing-masing.
Dean James pun kembali mendapat lampu hijau untuk bermain. Justin Hubner sendiri langsung turun penuh saat Fortuna Sittard menghadapi NAC Breda, menandai bahwa masalah administrasi yang sempat menjeratnya sudah selesai di level federasi.
Situasi ini memperlihatkan betapa rumitnya aturan untuk pemain non-Uni Eropa di Liga Belanda. Selain izin tinggal, ada pula standar gaji minimum yang ketat, sehingga perubahan status kewarganegaraan bisa memunculkan konsekuensi administratif yang besar.
Sindiran Keras Justin Hubner
Hubner tidak menutupi kekesalannya saat berbicara kepada media. Mengutip ESPN, pemain berusia 22 tahun itu menyebut persoalan paspor sebagai gangguan yang tidak perlu, terutama karena para pemain sempat tak diizinkan bermain akibat langkah NAC Breda.
“Tidak menyenangkan bahwa Anda tidak diizinkan untuk berlatih atau bermain pertandingan karena masalah paspor itu. Dan juga karena NAC,” ujar Hubner. Ia lalu menegaskan, “Pertama-tama, saya merasa ini skandal karena manajemen klub [NAC Breda] telah mengambil tindakan. Apa masalahnya bagi klub itu dengan kewarganegaraan Anda? Biarkan kami bermain sepakbola.”
Sindiran Hubner juga diarahkan pada kredibilitas NAC Breda yang menyoroti Dean James setelah tim itu kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Menurut Hubner, klub tidak semestinya membesar-besarkan urusan paspor ketika masalah utama justru ada di performa tim.
“Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead Eagles, maka Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor,” kata Hubner. Ia menambahkan bahwa Dean James hanya menjalankan tugasnya sebagai bek kiri, bukan pemain yang mencetak banyak gol atau memberi alasan untuk dipersoalkan dari sisi kewarganegaraan.
Dampak yang Lebih Luas bagi Pemain Indonesia
Kasus ini menunjukkan bahwa pemain naturalisasi masih bisa menghadapi hambatan non-teknis meski sudah sah secara hukum untuk membela negara baru. Dalam praktiknya, status paspor dan izin kerja tetap menjadi celah yang bisa dipersoalkan oleh klub maupun otoritas liga.
Berikut beberapa nama yang sempat terdampak dalam polemik ini:
- Dean James, Go Ahead Eagles
- Nathan Tjoe-A-On, Willem II
- Tim Geypens, Emmen
- Justin Hubner, Fortuna Sittard
- Sekitar 25 pemain keturunan Belanda dengan status kewarganegaraan baru
Nathan Tjoe-A-On juga dikabarkan telah mendapatkan izin kerja dan diperkirakan kembali memperkuat Willem II pada laga melawan Almere City dalam pekan ke-36 Eerste Divisie. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa masalah administratif yang sempat mencuat mulai mereda bagi para pemain terdampak.
Polemik yang melibatkan NAC Breda, KNVB, dan para pemain naturalisasi ini masih menyisakan catatan penting bagi sepak bola Belanda. Di tengah ketatnya regulasi non-EU, kasus seperti ini memperlihatkan bahwa identitas kewarganegaraan pemain bisa menjadi isu sensitif yang berpengaruh langsung pada nasib klub dan karier pemain di lapangan.
