AC Milan kembali menerima pukulan berat saat kalah 0-3 dari Udinese pada pekan ke-32 Liga Italia Serie A di San Siro. Hasil ini memperburuk situasi Rossoneri yang sebelumnya juga tumbang di markas Napoli dan kini mulai kehilangan kendali dalam persaingan empat besar.
Kekalahan di kandang sendiri membuat tekanan terhadap Milan meningkat tajam. Di tribun San Siro, kekecewaan suporter terlihat jelas karena tim tampil tak stabil dan gagal memberi respons ketika pertandingan mulai lepas dari kendali.
Jalannya pertandingan yang mengecewakan
Milan sudah berada dalam posisi sulit sejak babak pertama. Davide Bartesaghi mencetak gol bunuh diri pada menit ke-27, lalu Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese lewat sundulan pada menit ke-37.
Masuk babak kedua, Milan mencoba menekan dan mencari gol balasan. Namun, usaha itu tidak menghasilkan perubahan berarti karena Udinese tetap lebih rapat, lebih tenang, dan lebih efektif dalam mengatur tempo permainan.
Arthur Atta kemudian menambah keunggulan tim tamu dan menutup laga dengan skor 0-3. Hasil tersebut memperlihatkan jarak kualitas eksekusi di antara kedua tim, terutama dalam hal disiplin bertahan dan ketajaman memanfaatkan peluang.
Allegri soroti pertahanan yang tidak terorganisir
Massimiliano Allegri menilai masalah utama Milan bukan terletak pada perubahan taktik, melainkan pada cara tim bertahan. Ia menyebut para pemain kehilangan organisasi saat menghadapi tekanan lawan dan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Perubahan sistem sama sekali tidak ada hubungannya. Ini adalah momen sulit bagi tim. Kami kalah tiga kali dalam empat pertandingan terakhir dan gagal mencetak gol dalam empat laga di paruh kedua musim," ujar Allegri kepada DAZN, dikutip dari sumber referensi.
Pelatih asal Italia itu juga menyoroti momen gol kedua Udinese yang menurutnya menggambarkan kelemahan kolektif Milan. Ia mengatakan tim seharusnya mampu mengatasi situasi tiga lawan satu, tetapi justru tampil terburu-buru dan kehilangan struktur permainan.
Masalah yang sedang membelit Rossoneri
Kekalahan dari Udinese menambah daftar persoalan yang harus segera diselesaikan Milan. Dalam beberapa laga terakhir, performa mereka menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, yakni rapuh saat bertahan dan kesulitan mencetak gol pada fase penting pertandingan.
Berikut rangkuman masalah yang terlihat dalam laga tersebut:
- Lini belakang mudah ditembus saat lawan menaikkan intensitas serangan.
- Koordinasi antarpemain tidak berjalan baik ketika bertahan dalam jumlah.
- Transisi dari bertahan ke menyerang berlangsung lambat dan tidak efektif.
- Penyelesaian akhir Milan belum memberi ancaman yang cukup untuk membalikkan keadaan.
- Tekanan psikologis dari hasil buruk ikut memengaruhi kualitas permainan tim.
Kondisi ini membuat persaingan Milan untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan semakin rumit. Allegri pun tidak menutup fakta bahwa posisi tim kini berada dalam ancaman serius jika mereka tidak segera memperbaiki banyak aspek mendasar.
Peringatan dari San Siro
Selain berdampak pada klasemen, kekalahan ini juga memberi sinyal kuat soal hubungan tim dengan pendukungnya. Cemoohan dari tribun menjadi cerminan frustrasi suporter yang melihat Milan gagal menunjukkan karakter saat menghadapi laga penting di kandang.
Allegri menegaskan bahwa tim harus kembali kompak dan menata cara bermain mereka agar tidak terus terjebak dalam situasi serupa. Dengan kompetisi yang memasuki fase krusial, Milan dituntut segera memperbaiki organisasi pertahanan, menjaga ketenangan, dan memulihkan kepercayaan diri sebelum peluang finis di empat besar benar-benar hilang.
