FIFA resmi menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan itu menutup salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan FFIRI di tengah kekhawatiran soal keamanan dan situasi diplomatik yang sensitif.
Meski penolakan itu sudah dipastikan, FIFA belum benar-benar menutup semua skenario darurat di sekitar partisipasi Iran. Opsi playoff tambahan kini ikut dikaji sebagai langkah antisipatif jika ada perubahan besar pada proses keikutsertaan tim Asia tersebut.
Penolakan relokasi dinilai soal logistik
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menjelaskan bahwa FIFA menolak permohonan Iran karena kompleksitas logistik yang terlalu besar. Ia menyebut relokasi pertandingan dalam waktu singkat akan mengganggu sistem yang telah ditetapkan untuk turnamen.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa FIFA memilih menjaga struktur jadwal yang sudah disusun sejak awal. Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, perubahan lokasi satu tim saja dapat berdampak pada alur kompetisi, keamanan, transportasi, hingga akomodasi pemain dan ofisial.
Sheinbaum mengatakan, “FIFA akhirnya memutuskan bahwa pertandingan-pertandingan tersebut tidak dapat dipindahkan dari tempat asalnya,” dalam konferensi pers di Mexico City, seperti dilaporkan Sportbible. Sikap ini sekaligus memperlihatkan bahwa faktor teknis tetap lebih dominan dibanding tekanan situasi geopolitik.
Iran tetap masuk daftar peserta
Di tengah spekulasi yang berkembang, Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba meredam kekhawatiran publik. Ia bertemu ofisial tim Iran di Turki pada 31 Maret dan menegaskan bahwa persiapan mereka berjalan normal.
Infantino juga menyampaikan keyakinannya bahwa Iran tetap akan tampil di putaran final. “Iran akan berada di Piala Dunia. Kami sangat senang karena mereka adalah tim yang sangat, sangat kuat, saya sangat bahagia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut penting karena menunjukkan posisi resmi FIFA saat ini masih menganggap Iran sebagai peserta aktif. Dengan begitu, jadwal pertandingan Iran tetap mengacu pada hasil undian yang sudah ditentukan dan tidak mengalami perubahan lokasi.
Jadwal Iran di fase grup
Iran dijadwalkan membuka perjalanan mereka di Grup G melawan Selandia Baru pada 16 Juni di Stadion SoFi, California. Setelah itu, mereka akan menghadapi Belgia pada 21 Juni di stadion yang sama, sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 27 Juni.
Berikut rangkaian laga Iran di fase grup:
- Iran vs Selandia Baru — 16 Juni, Stadion SoFi, California
- Iran vs Belgia — 21 Juni, Stadion SoFi, California
- Iran vs Mesir — 27 Juni, Seattle
Susunan laga ini membuat Iran masih harus menjalani perjalanan antarkota, tetapi tidak ada sinyal resmi bahwa lokasi pertandingan akan dipindah. FIFA tampaknya ingin menjaga kepastian kompetisi agar persiapan tim, panitia, dan pemegang hak siar tidak terganggu.
Playoff tambahan jadi opsi cadangan
Di sisi lain, wacana soal playoff tambahan tetap menarik perhatian karena bisa mengubah peta persaingan menuju Piala Dunia. Jurnalis ESPN Luis Carlos Largo melaporkan bahwa FIFA sedang membahas kemungkinan menyediakan empat tiket baru, masing-masing dua untuk zona AFC dan dua untuk zona UEFA.
Jika skema itu benar-benar disetujui, maka negara-negara yang belum lolos masih memiliki jalur ekstra untuk masuk ke putaran final. Namun, rencana tersebut masih berupa pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final.
FIFA disebut menetapkan tenggat hingga 30 April untuk menentukan apakah jalur playoff tambahan itu benar-benar dibuka. Artinya, dalam beberapa pekan ke depan, status final Iran dan kemungkinan tambahan slot playoff masih menjadi dua isu yang terus dipantau dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.
