Kegagalan Bali United mendapatkan Eliano Reijnders pada awal musim Super League 2025/2026 masih menjadi cerita yang disesalkan pelatih Johnny Jansen. Ia mengaku sudah berusaha membawa bek sayap Timnas Indonesia itu ke Pulau Dewata, tetapi Eliano memilih bergabung dengan Persib Bandung.
Pilihan Eliano ternyata tidak sia-sia. Pemain berusia 25 tahun itu langsung tampil konsisten bersama Persib dan mencatatkan 22 penampilan serta dua assist di kompetisi domestik, sementara Bali United hanya bisa melihat kualitas mantan anak asuh Jansen itu bersinar di klub rival.
Upaya Reuni yang Gagal Terwujud
Johnny Jansen punya kedekatan lama dengan Eliano saat keduanya sama-sama berada di PEC Zwolle. Hubungan itu membuat Jansen optimistis bisa membangun reuni di Bali United, terutama karena ia mengenal karakter dan kemampuan teknis sang pemain dengan baik.
Namun pendekatan tersebut tidak berujung pada kesepakatan. Jansen kemudian mengakui secara terbuka bahwa ia memang ingin memboyong Eliano ke Bali United, tetapi sang pemain memilih menerima tawaran Persib yang saat itu dinilai lebih sesuai untuk langkah kariernya.
- Kedekatan Jansen dan Eliano terjalin sejak sama-sama di PEC Zwolle.
- Bali United sempat aktif mendekati Eliano pada pramusim Super League 2025/2026.
- Eliano memilih Persib Bandung dan langsung mendapat menit bermain reguler.
- Jansen mengaku kecewa, tetapi tetap menghormati keputusan pemain.
Eliano Langsung Nyetel di Persib
Keputusan Eliano pindah ke Persib terbukti memberi dampak positif bagi kariernya. Ia langsung masuk dalam skema tim dan mampu menjaga performa di sisi sayap kanan, area yang menuntut disiplin, kecepatan, dan konsistensi tinggi.
Catatan 22 laga dan dua assist menunjukkan bahwa Eliano tidak sekadar datang sebagai nama besar. Ia juga memberi kontribusi nyata di lapangan, sesuatu yang membuat penyesalan Jansen semakin terasa karena ia paham betul kualitas mantan pemainnya itu.
Sikap Profesional Johnny Jansen
Meski gagal reuni, Jansen tidak membawa persoalan itu ke ranah emosional. Ia justru memberi restu dan menilai keputusan Eliano sebagai langkah berani untuk mencari pengalaman baru di luar Belanda.
“Itu pilihan yang bagus karena ini adalah petualangan baru baginya. Dia bisa belajar dari pengalaman tersebut,” kata Johnny Jansen kepada awak media, seperti dikutip dari sumber referensi.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Jansen tetap menempatkan profesionalisme di atas kekecewaan. Ia memahami bahwa pemain juga berhak menentukan jalur karier yang paling cocok untuk perkembangan dirinya.
Persaingan Klub Elite di Bursa Pemain Naturalisasi
Situasi Eliano Reijnders juga memperlihatkan bagaimana pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini punya nilai tinggi di pasar transfer domestik. Kehadiran pemain seperti Eliano membuat klub-klub besar Super League bersaing ketat untuk mendapatkan amunisi yang sudah terbukti kualitasnya.
Dalam konteks itu, Bali United dan Persib sama-sama melihat Eliano sebagai aset penting. Persib akhirnya lebih berhasil meyakinkan sang pemain, sementara Bali United harus menerima kenyataan bahwa target utama mereka justru bergabung dengan rival langsung di papan atas.
Mengapa Eliano Jadi Rebutan
Eliano Reijnders punya modal yang membuat banyak klub tertarik mendekatinya. Selain berstatus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, ia juga membawa pengalaman bermain di Eropa yang memberi nilai tambah dari sisi taktik, kedewasaan bermain, dan kemampuan adaptasi.
Berikut alasan utama Eliano diminati banyak klub:
- Pengalaman bermain di struktur sepak bola Eropa.
- Fleksibilitas bermain di sisi sayap.
- Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia.
- Konsistensi performa yang cepat terlihat di level kompetisi domestik.
- Usia yang masih produktif untuk berkembang lebih jauh.
Dampak untuk Bali United dan Persib
Bagi Bali United, kegagalan merekrut Eliano berarti kehilangan opsi penting untuk menambah kualitas permainan di sektor sayap. Sementara bagi Persib, kehadiran Eliano menjadi keuntungan besar karena mereka mendapat pemain yang sudah siap pakai dan cepat beradaptasi.
Kondisi ini juga menegaskan bahwa keputusan transfer di level klub elite tidak hanya bergantung pada nama besar, tetapi juga kecocokan proyek tim, peluang bermain, dan arah pengembangan karier pemain. Dalam kasus Eliano, semua faktor itu tampaknya lebih berpihak pada Persib, sementara Johnny Jansen hanya bisa menyesali peluang yang lepas dari genggamannya.
Source: www.suara.com