FIFA Siapkan Play-off Darurat, Iran Bisa Mundur Dari Piala Dunia 2026

FIFA mulai menyiapkan skema play-off tambahan sebagai langkah antisipasi jika Timnas Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia 2026. Opsi ini dibahas sejak Selasa (14/4/2026) untuk memastikan turnamen tetap memiliki tim pengganti bila situasi memaksa Iran tidak tampil.

Rencana tersebut mencuat setelah muncul laporan dari jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo, yang menyebut partisipasi Iran belum sepenuhnya pasti. Mengutip Medcom, FIFA menargetkan pembahasan mekanisme play-off darurat ini selesai paling lambat pada 30 April 2026.

Skema darurat untuk menjaga format turnamen

FIFA ingin menyiapkan jalur cadangan yang cepat dan terukur agar jadwal Piala Dunia tidak terganggu. Dalam rancangan awal, play-off tambahan itu akan berbentuk turnamen mini untuk memperebutkan satu slot kosong.

Format yang dibahas melibatkan empat negara kandidat. Pembagiannya dibuat seimbang, dengan dua wakil dari Eropa melalui UEFA dan dua wakil dari Asia melalui AFC.

Langkah ini menunjukkan FIFA memilih antisipasi dini ketimbang menunggu keputusan final dari Iran. Otoritas sepak bola dunia itu ingin memastikan setiap skenario tetap terkendali jika ada perubahan mendadak dalam daftar peserta.

Ketegangan geopolitik memengaruhi situasi Iran

Kondisi Timnas Iran ikut dipengaruhi ketegangan geopolitik yang meningkat dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi itu memunculkan pertanyaan besar soal keamanan, kesiapan tim, serta kemungkinan keberangkatan delegasi ke ajang internasional.

Keraguan tersebut tidak hanya muncul di level administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis dan logistik. Jika kondisi keamanan dinilai tidak mendukung, opsi mundur dari turnamen bisa menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.

Sebelum wacana play-off tambahan muncul, Iran sempat meminta FIFA memindahkan lokasi laga grup dari Amerika Serikat ke Meksiko. Permintaan itu ditolak FIFA, sehingga ketidakpastian soal partisipasi Iran tetap bertahan.

Nama-nama kandidat mulai dikaitkan

Dalam pembahasan awal, beberapa negara mulai disebut sebagai calon pengisi slot jika Iran absen. Dari zona Eropa, Italia muncul sebagai salah satu kandidat yang paling banyak dibicarakan.

Dari zona Asia, Uni Emirat Arab dan Oman juga masuk daftar pertimbangan. Ketiga negara itu dinilai berpeluang jika FIFA benar-benar membuka jalur kualifikasi darurat untuk menggantikan posisi kosong.

Berikut gambaran kandidat yang disebut dalam laporan tersebut:

ZonaKandidat yang disebut
UEFAItalia
AFCUni Emirat Arab, Oman

Daftar itu belum bersifat final karena FIFA masih mengkaji format terbaik. Namun, nama-nama tersebut memberi gambaran awal tentang negara yang berpotensi terlibat dalam play-off tambahan.

Iran berada di Grup G

Berdasarkan hasil undian sebelumnya, Iran ditempatkan di Grup G. Grup itu dihuni Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, sehingga posisi Iran sebenarnya sudah masuk dalam skema kompetisi yang resmi.

Karena itu, setiap perubahan pada status Iran akan berdampak langsung pada komposisi grup dan jadwal pertandingan. FIFA perlu bergerak cepat agar struktur turnamen tetap rapi dan tidak menimbulkan masalah baru bagi peserta lain.

Keputusan untuk menyiapkan play-off tambahan juga mencerminkan upaya FIFA menjaga kepastian kompetisi di tengah isu non-teknis yang memengaruhi salah satu tim peserta. Seluruh perhatian kini tertuju pada verifikasi akhir FIFA terhadap status Iran dan bagaimana otoritas itu menutup pembahasan mekanisme darurat sebelum batas waktu yang ditargetkan.

Terkait