Barcelona Tak Mau Diam, Ajukan Keluhan Baru Ke UEFA Soal Wasit Dan VAR

Barcelona kembali membawa persoalan kepemimpinan wasit ke meja UEFA setelah tersingkir dari Liga Champions. Klub asal Catalunya itu menilai ada rangkaian keputusan yang merugikan saat menghadapi Atletico Madrid di dua leg pertandingan.

Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan bahwa klub akan mengajukan keluhan resmi baru, setelah protes awal mereka ditolak UEFA. Sikap itu menunjukkan bahwa manajemen Blaugrana belum menerima penjelasan badan sepak bola Eropa tersebut atas kontroversi yang muncul di lapangan.

Keluhan Barcelona berawal dari dua laga panas

Sumber keberatan Barcelona terutama mengarah ke keputusan wasit pada leg pertama. Pau Cubarsi mendapat kartu merah setelah dianggap melanggar Julian Alvarez, sementara klub menilai pelanggaran itu tidak layak dihukum seberat itu.

Barcelona juga menyoroti insiden handball Marc Pubill yang tidak berujung penalti. Bagi klub, dua momen itu menjadi bagian dari pola keputusan yang mereka anggap tidak konsisten sepanjang duel melawan Atletico Madrid.

Empat tuntutan yang sempat diajukan ke UEFA

Sebelum melangkah ke keluhan baru, Barcelona sudah lebih dulu meminta tindakan tegas dari UEFA. Klub mengajukan empat poin utama yang mereka anggap penting untuk membuka kejelasan atas kerja perangkat pertandingan.

  1. Akses rekaman komunikasi VAR.
  2. Skorsing untuk wasit Istvan Kovacs.
  3. Skorsing untuk petugas VAR Christian Dingert.
  4. Peninjauan resmi atas keputusan-keputusan penting di dua leg pertandingan.

UEFA kemudian menolak laporan awal itu melalui Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin. Penolakan tersebut tidak menghentikan Barcelona, yang kini memilih menempuh jalur keluhan lanjutan.

Laporta menilai ada ketidakadilan dalam dua leg

Laporta berbicara terbuka mengenai kekecewaan klub terhadap keputusan wasit di laga tersebut. Ia menyebut kartu merah Cubarsi terlalu keras, dan menilai insiden serupa juga terjadi pada Eric di leg kedua.

“Pada pertandingan leg pertama, Cubarsi sudah diusir dari lapangan, padahal itu kartu kuning, bukan merah. Pada pertandingan leg kedua, hal yang sama terjadi pada Eric,” kata Joan Laporta, Presiden Barcelona, dilansir dari Goal.com.

Laporta juga menganggap gol Ferran Torres seharusnya disahkan. Selain itu, ia menilai Dani Olmo layak mendapatkan penalti, sementara pelanggaran terhadap Fermin Lopez tidak boleh diabaikan.

Daftar sorotan keberatan Barcelona

Berikut poin-poin yang paling disorot Barcelona dalam sengketa ini:

Poin utama Sikap Barcelona
Kartu merah Pau Cubarsi Dinilai terlalu berat
Handball Marc Pubill Dianggap layak menghasilkan penalti
Gol Ferran Torres Diyakini seharusnya sah
Peluang penalti Dani Olmo Dinilai tidak diberikan
Pelanggaran terhadap Fermin Lopez Dianggap tidak mendapat penanganan tepat

Keluhan baru ke UEFA ini memperlihatkan bahwa Barcelona ingin membawa isu tersebut ke level yang lebih formal. Klub tampaknya ingin memastikan semua keputusan yang mereka nilai janggal diperiksa ulang secara administratif dan disipliner.

Situasi Barcelona di tengah tekanan Eropa

Meski konflik dengan UEFA terus memanas, Barcelona masih berada di puncak klasemen LaLiga. Posisi itu menjaga harapan klub di kompetisi domestik, meski kegagalan di Eropa meninggalkan rasa frustrasi yang besar di ruang rapat manajemen.

Polemik ini juga memperlebar jarak ketegangan antara Barcelona dan otoritas wasit di bawah naungan UEFA. Dengan keluhan baru yang segera diajukan, sorotan publik kini ikut tertuju pada bagaimana lembaga sepak bola Eropa merespons tuntutan klub yang merasa dirugikan.

Exit mobile version