PBSI resmi menetapkan Fajar Alfian sebagai kapten tim putra Indonesia untuk Thomas Cup. Keputusan ini diumumkan di Pelatnas PBSI, Cipayung, dan menjadi kali kedua Fajar memimpin skuad Merah Putih di turnamen beregu paling bergengsi di sektor putra itu.
Penunjukan tersebut langsung menarik perhatian karena proses pemilihannya dilakukan lewat voting internal para atlet. Nama Fajar unggul tipis dari Jonatan Christie, sehingga keputusan ini mempertegas besarnya kepercayaan tim kepada pemain ganda putra andalan Indonesia tersebut.
Voting internal jadi penentu
Fajar mengungkapkan bahwa pemilihan kapten berlangsung sederhana melalui grup komunikasi internal para atlet. “Ya awalnya itu ditunjuk voting ya, voting dari ada grup di WhatsApp. Kami (atlet) voting semua,” ujar Fajar di Cipayung.
Ia menyebut hasil pemungutan suara itu sangat ketat dan bahkan berbeda hanya satu suara dari Jonatan Christie. Fajar juga menilai proses tersebut menunjukkan adanya kebersamaan yang kuat di dalam tim putra Indonesia.
Kepercayaan yang datang dari rekan setim
Meski terpilih, Fajar mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang memberikan dukungan kepadanya. Hal itu membuat posisinya terasa semakin istimewa karena datang dari pilihan langsung para pemain, bukan semata-mata penunjukan dari luar tim.
Berikut poin penting dari penunjukan ini:
- Fajar Alfian dipilih sebagai kapten tim putra Indonesia.
- Proses pemilihan dilakukan melalui voting internal atlet.
- Fajar unggul tipis atas Jonatan Christie.
- Ini menjadi kali kedua Fajar memimpin tim di Thomas Cup.
- PBSI juga menunjuk Putri Kusuma Wardani sebagai kapten Uber Cup.
Modal pengalaman di ajang beregu
Thomas Cup kali ini menjadi partisipasi kelima Fajar sepanjang kariernya di turnamen tersebut. Pengalaman panjang itu menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia dinilai layak memimpin tim di ajang beregu yang menuntut bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan dan komunikasi antarpemain.
Sebagai juara All England dua kali, Fajar membawa reputasi yang kuat di level internasional. Status itu ikut memperkuat perannya sebagai sosok yang diharapkan mampu menjaga suasana tim tetap solid ketika tekanan pertandingan meningkat.
Peran penting bagi pemain muda dan senior
Kehadiran Fajar sebagai kapten juga dipandang penting untuk menjaga keseimbangan di ruang ganti. Tim Indonesia pada turnamen beregu biasanya berisi kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda, sehingga dibutuhkan sosok yang bisa merangkul keduanya dalam situasi kompetitif.
Fajar menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan setim. Ia berharap pengalaman yang dimilikinya bisa memberi dampak positif dan membantu meningkatkan motivasi seluruh pemain untuk mengejar gelar juara.
Persiapan tim terus dimatangkan
PBSI kini memusatkan perhatian pada persiapan teknis di Cipayung menjelang Thomas Cup. Latihan terarah dan pembentukan kekompakan menjadi bagian penting karena tim putra Indonesia dituntut tampil stabil sejak fase awal hingga partai penentuan.
Di saat yang sama, PBSI juga sudah menetapkan pemimpin untuk tim putri. Putri Kusuma Wardani dipercaya menjadi kapten Uber Cup, sehingga kedua skuad utama Indonesia kini memiliki figur yang bertugas menjaga komunikasi, fokus, dan semangat kolektif di arena beregu.
Dengan pengalaman, status, dan kepercayaan dari para atlet, Fajar Alfian kembali masuk ke pusat perhatian sebagai pemimpin tim putra Indonesia. Tugasnya kini bukan hanya tampil konsisten di lapangan, tetapi juga memastikan skuad Merah Putih punya energi yang cukup kuat untuk bersaing memperebutkan trofi Thomas Cup.







