Gol Menit Akhir Menghantam Persiba, Kans Selamat Di Zona Degradasi Makin Berat

Persiba Balikpapan membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin. Hasil itu terasa pahit karena tim tamu sempat berada di jalur kemenangan sebelum gol Renan Alves pada masa injury time membatalkan keunggulan mereka.

Laga pekan ke-25 Liga 2 itu berlangsung terbuka sejak awal dan diwarnai saling balas gol. Persiba juga harus menerima kenyataan tertahan di zona playoff degradasi Championship League 2025/2026 setelah keberhasilan menjaga keunggulan tidak sampai tuntas.

Gol cepat dan respons beruntun

Persiba membuka rangkaian gol lewat gol bunuh diri bek Barito Putera, Fabiano Beltrame, pada menit ke-20. Keunggulan itu tidak bertahan lama karena Alexsandro menyamakan skor pada menit ke-43.

Barito kemudian sempat berbalik unggul melalui Fabiano, tetapi Persiba segera membalas sesudah jeda. Isfandyar mencetak gol pada menit ke-47 dan menjaga duel tetap seimbang dalam tempo tinggi.

Pertandingan terus berjalan ketat hingga menit-menit akhir. Takumu Nishihara memberi harapan besar bagi Persiba lewat gol pada menit ke-79, namun situasi berubah lagi ketika Renan Alves mencetak gol penyeimbang pada menit ke-94.

Apresiasi pelatih untuk perjuangan pemain

Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, menilai para pemain sudah bekerja keras sepanjang pertandingan. Ia memberi apresiasi besar atas perjuangan tim di lapangan meski hasil akhirnya belum sesuai harapan.

“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para pemain yang sudah berjuang. Kita tahu betapa sulitnya meraih kemenangan dipertandingan seperti ini,” ujar Leonard Tupamahu.

Leonard juga melihat ada kemajuan di lini serang Persiba. Ia menilai timnya mulai berani bermain terbuka dan lebih agresif dalam mencari gol, sesuatu yang sebelumnya menjadi kendala utama.

“Kita berusaha bermain terbuka dan menyerang. Ini sinyal positif karena selama ini kita kesulitan mencetak gol,” kata Leonard Tupamahu.

Catatan pada lini belakang

Di sisi lain, Leonard menilai pertahanan Persiba masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Ia menyebut timnya beberapa kali kehilangan konsentrasi pada momen penting dan gagal mengantisipasi ancaman lawan.

Sorotan utama pelatih tertuju pada situasi bola mati dan umpan silang yang kerap dimanfaatkan Barito Putera. Menurut Leonard, aspek itu harus segera dibenahi agar Persiba tidak kembali kehilangan poin dari situasi serupa.

“Masih banyak kelengahan dan kesalahan. Barito memang kuat di set-piece dan bola crossing, itu yang harus kami benahi,” tambahnya.

Hasil imbang ini memperlihatkan dua sisi permainan Persiba dalam satu laga yang sama. Di satu sisi, tim mampu mencetak tiga gol dan menunjukkan daya serang yang lebih hidup, tetapi di sisi lain mereka tetap gagal mengamankan skor saat pertandingan hampir berakhir.

Leonard juga memberi catatan soal kepemimpinan wasit di Stadion 17 Mei. Meski tidak menjadikannya alasan atas hasil akhir, ia berharap kualitas pengawasan pertandingan bisa lebih baik pada laga-laga berikutnya agar duel berlangsung lebih adil dan tertib.

Exit mobile version