PSIM Vs Persija Dipindah ke Bali, Ini Alasan Keamanan Dan Kapasitas Jadi Penentu

PSIM Yogyakarta dipastikan tidak menjamu Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, meski laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 itu tetap berjalan sesuai jadwal. Pertandingan tersebut dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, karena pertimbangan kapasitas stadion dan izin keamanan.

Keputusan ini diambil manajemen PSIM setelah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait. Laga itu juga dipastikan digelar tanpa penonton di stadion sebagai bagian dari kesepakatan perizinan dan upaya menjaga keamanan.

Alasan utama pemindahan venue

Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa persiapan awal untuk menggelar pertandingan di Bantul sebenarnya sudah selesai. Menurutnya, seluruh tahapan perizinan dan operasional di Stadion Sultan Agung telah dirampungkan sesuai regulasi operator liga.

Namun, situasi berubah setelah dilakukan evaluasi bersama aparat dan pemangku kepentingan lain. Tingginya antusiasme suporter membuat kapasitas stadion dinilai belum ideal untuk menampung kebutuhan laga ini secara maksimal.

Wendy menyampaikan bahwa keputusan ini bukan diambil secara tergesa-gesa. PSIM dan panpel disebut tetap berpegang pada komitmen untuk menjalankan kewajiban sebagai peserta kompetisi dan memastikan pertandingan tetap bisa terlaksana tanpa mengganggu kalender liga.

Opsi stadion lain sempat dicari

Sebelum memutuskan pindah ke Bali, PSIM sempat menjajaki beberapa alternatif stadion yang lebih dekat dari Yogyakarta. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Stadion Jatidiri di Semarang.

Rencana itu tidak bisa direalisasikan karena bentrok dengan jadwal penggunaan stadion. Kondisi tersebut membuat PSIM harus mencari solusi lain agar duel dengan Persija tidak mengalami penundaan.

Pada akhirnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta dipilih sebagai venue paling memungkinkan. Dengan opsi itu, laga tetap bisa digelar sesuai jadwal yang telah ditetapkan operator kompetisi.

Duel tetap berlangsung tanpa penonton

Meski lokasi berubah, pertandingan PSIM kontra Persija tidak bergeser dari jadwal semula, yakni Rabu sore. Kepastian ini penting agar kompetisi tetap berjalan sesuai kalender yang sudah disusun.

Terkait kehadiran suporter, laga diputuskan berlangsung tertutup. Keputusan tersebut mengikuti kesepakatan dengan otoritas terkait dan pengelola venue setempat demi menjaga keamanan serta kelancaran penyelenggaraan pertandingan.

Dengan demikian, pemindahan ke Bali menjadi jalan tengah yang dipilih PSIM untuk menjaga kelangsungan laga, sekaligus menyesuaikan diri dengan kapasitas stadion dan kebutuhan perizinan yang berlaku. Kondisi ini membuat duel melawan Persija tetap terlaksana, tetapi dalam format tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button