Performa Arsenal sedang mendapat perhatian besar karena hasil tim menurun saat Bukayo Saka absen. Data yang muncul menunjukkan The Gunners kesulitan menjaga konsistensi kemenangan tanpa winger andalannya itu.
Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, Arsenal menelan tiga kekalahan. Dua di antaranya terjadi di Premier League, termasuk saat kalah 1-2 dari Bournemouth dan takluk dengan skor serupa dari Manchester City.
Dampak langsung di papan atas klasemen
Rangkaian hasil tersebut membuat Arsenal berada dalam posisi yang lebih rapuh di persaingan gelar. Mereka kini hanya unggul tiga poin dari Manchester City yang terus menempel di peringkat kedua, meski masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Situasi itu membuat setiap kehilangan poin terasa lebih mahal. Arsenal tidak lagi punya ruang besar untuk terpeleset jika ingin menjaga peluang tetap terbuka dalam perburuan trofi.
Absennya Saka jadi pembeda besar
Bukayo Saka menjadi faktor yang paling menonjol dalam pembahasan ini karena ia kembali menepi akibat masalah tendon Achilles. Cedera itu menambah daftar gangguan fisik yang sudah ia alami sepanjang musim dan langsung memengaruhi kualitas serangan Arsenal.
Data TNT Sports memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok. Saat Saka bermain, Arsenal mencatat rasio kemenangan 73 persen dengan rata-rata 2,36 poin per pertandingan.
Sebaliknya, ketika Saka absen, rasio kemenangan Arsenal turun tajam menjadi 45 persen. Perolehan poin mereka juga ikut merosot menjadi rata-rata 1,64 poin per laga.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh pemain bernomor punggung 7 itu dalam struktur permainan Arsenal. Kehadirannya tidak hanya memberi ancaman di sisi sayap, tetapi juga membantu tim membangun serangan dengan lebih efektif.
Tantangan taktis untuk Mikel Arteta
Penurunan itu menempatkan Mikel Arteta dalam situasi yang menuntut solusi cepat. Arsenal tidak bisa terus bergantung pada satu pemain, terutama saat jadwal pertandingan memasuki fase yang menentukan.
Tanpa Saka, kreativitas dan ketajaman lini depan Arsenal terlihat berkurang. Kondisi ini membuat lawan lebih mudah membaca pola serangan tim dan memutus alur permainan lebih awal.
Laga berikutnya melawan Newcastle United di Emirates Stadium pada Sabtu, 25 April 2026, bisa menjadi ujian penting. Arsenal perlu menemukan cara untuk tetap produktif jika Saka belum pulih tepat waktu, karena hasil pertandingan itu dapat ikut menentukan arah persaingan mereka di papan atas.
Source: www.suara.com