Wolverhampton Wanderers atau Wolves langsung menatap kebangkitan setelah dipastikan terdegradasi dari Premier League pada musim 2025/2026. Klub itu kini menargetkan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris dengan fokus utama pada peningkatan kualitas skuad dan pembentukan momentum baru.
Interim Executive Chairman Wolves, Nathan Shi, menegaskan bahwa pembenahan tim menjadi prioritas setelah klub gagal bertahan di Premier League. “Jelas kami harus meningkatkan kualitas. Fokus kami adalah memperkuat tim, membangun momentum dan membentuk skuad yang dapat dipercaya suporter,” ujarnya dikutip dari laman klub.
Kekecewaan atas degradasi
Shi, yang mulai menjabat sejak Desember 2025, menyebut skuad saat ini sudah diketahui memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Meski begitu, ia meminta seluruh elemen klub tetap menjaga sikap positif agar Wolves bisa segera bangkit dari situasi sulit.
Ia juga mengakui hasil akhir musim ini sangat mengecewakan bagi klub dan suporter. Dalam pernyataannya, Shi menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang setia mendampingi Wolves dalam kondisi apa pun.
“Anda pantas mendapatkan yang lebih baik. Selama ini kami sama sekali tidak pernah memandang sebelah mata dukungan, loyalitas dan kesabaran anda,” kata Shi.
Kepastian turun kasta datang lebih cepat
Nasib Wolves ditentukan setelah West Ham United bermain imbang 0-0 melawan Crystal Palace pada pekan ke-33. Hasil itu membuat Wolves yang baru mengoleksi 17 poin tak lagi punya peluang keluar dari zona merah meski masih menyisakan lima pertandingan.
Secara matematis, Wolves hanya bisa finis maksimal di posisi ke-18 apabila menyapu bersih seluruh laga tersisa. Situasi itu tetap tidak cukup karena West Ham United yang berada di peringkat ke-17 sudah mengumpulkan 33 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Musim yang sangat berat
Performa Wolves sepanjang musim 2025/2026 memang jauh dari harapan. Mereka hanya meraih tiga kemenangan, lalu menambah delapan hasil imbang dan 22 kekalahan di liga.
Catatan tersebut menunjukkan betapa sulitnya Wolves bersaing sepanjang musim. Situasi itu juga menegaskan bahwa pekerjaan besar menanti klub jika ingin kembali kompetitif saat tampil di EFL Championship.
Championship bukan wilayah asing
Meski terdegradasi, Wolves tidak masuk ke kompetisi baru yang sepenuhnya asing. Klub ini tercatat telah menghabiskan total 50 musim di kasta kedua sepak bola Inggris tersebut.
Sebelum kembali ke Premier League pada periode 2018-2026, Wolves juga pernah bermain di Championship pada 2014 hingga 2018. Pengalaman itu bisa menjadi modal penting dalam upaya klub menyusun ulang kekuatan dan menargetkan promosi sesegera mungkin.
Source: mediaindonesia.com






