Tuntutan gaji Alisson Becker menjadi faktor yang paling menghambat peluang kepindahannya ke Liga Italia pada bursa transfer musim panas mendatang. Meski kontraknya di Anfield segera berakhir dan minat dari Serie A mulai muncul, paket remunerasi yang diminta kiper Liverpool itu dinilai terlalu berat bagi banyak klub Italia.
Laporan Tutto Sport menyebut Juventus termasuk tim yang paling serius memantau situasi Alisson. Klub asal Turin itu disebut tidak keberatan dengan nilai transfer yang diperkirakan berada di atas 10 juta poundsterling, tetapi pembahasan langsung tersendat ketika masuk ke struktur gaji, bonus, dan biaya tambahan lain.
Permintaan finansial jadi titik krusial
Data Capology menunjukkan Alisson menerima 150.000 poundsterling per minggu, atau sekitar 7,8 juta poundsterling per tahun, dalam kontraknya saat ini. Angka itu menempatkannya di level gaji yang sangat tinggi untuk standar sebagian besar klub Serie A, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran yang masih dijalankan banyak tim Liga Italia.
Sumber yang dikutip Tutto Sport bahkan menyebut tuntutan finansial sang pemain mencakup gaji bersih sekitar delapan juta per tahun di Premier League, ditambah signing bonus dan biaya agen. Kombinasi itu membuat sejumlah klub besar Italia berhati-hati sebelum melangkah lebih jauh dalam negosiasi.
Juventus tertarik, tetapi kalkulasi tetap sulit
Ketertarikan Juventus pada Alisson dinilai cukup kuat karena kualitas dan pengalamannya sudah terbukti di level tertinggi. Namun, daya tarik tersebut belum otomatis membuat transfer berjalan mulus, sebab klub harus menyesuaikan rencana belanja dengan beban gaji yang besar.
Dalam laporan yang sama, keraguan justru datang dari pihak pemain dan lingkungan terdekatnya setelah melakukan pembicaraan dengan beberapa klub papan atas Serie A. Mereka mempertanyakan apakah tim-tim Italia mampu memenuhi tuntutan yang sebanding dengan standar penghasilan Alisson di Inggris.
Situasi Liverpool ikut memengaruhi spekulasi
Di saat rumor transfer berkembang, Alisson juga sedang dalam proses pemulihan cedera yang membuatnya absen dalam enam laga terakhir Liverpool. Kondisi itu membuat masa depannya semakin disorot, karena klub memerlukan kepastian soal kebugaran dan kesiapan sang kiper utama.
Freddie Woodman, penjaga gawang cadangan Liverpool, memberi sinyal bahwa Alisson mungkin sudah mendekati comeback. Ia menyebut kemungkinan tampil melawan Crystal Palace pada Sabtu mendatang masih belum pasti, tetapi berharap rekan setimnya itu segera pulih.
“Ali if he plays is the best goalkeeper in the world,” ujar Woodman, menegaskan reputasi tinggi Alisson di ruang ganti Liverpool. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan betapa pentingnya peran Alisson bagi tim, baik ketika fit maupun saat spekulasi transfer terus beredar.
Liverpool masih butuh stabilitas di bawah mistar
Woodman juga menekankan bahwa dirinya akan tetap menjalankan peran sebaik mungkin selama Alisson dan Giorgi Mamardashvili menjalani pemulihan. Sikap itu memperlihatkan bahwa Liverpool masih menjaga keseimbangan skuad sambil menunggu kondisi para kiper utamanya membaik.
Bagi klub peminat dari Italia, persoalan utama tampaknya bukan pada kualitas Alisson, melainkan pada kemampuan menutup paket pembiayaan yang menyertainya. Selama angka gaji, bonus, dan komisi agen tidak mendekati batas kemampuan klub Serie A, peluang kepindahan ke Italia masih akan bergantung pada kompromi yang sulit tercapai.
