
Tim bulu tangkis putra Indonesia membuka perjuangan di Grup D Piala Thomas dengan menghadapi Aljazair di Forum Horsens, Denmark. Laga pembuka ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, pukul 23.30 WIB di Lapangan 3.
Indonesia datang dengan komposisi yang kuat untuk mengincar start positif. Tim Merah Putih memadukan pemain senior dan debutan muda dalam upaya mengamankan kemenangan sejak pertandingan pertama.
Kekuatan utama Indonesia di laga pembuka
Di sektor tunggal putra, Indonesia menyiapkan Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah. Empat nama ini memberi opsi yang berimbang antara pengalaman dan energi baru untuk menghadapi laga grup.
Sementara itu, sektor ganda putra diisi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Susunan ini menunjukkan Indonesia memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menjaga stabilitas permainan di nomor andalan.
Waspada meski unggul di atas kertas
Anthony Sinisuka Ginting menegaskan bahwa timnya tidak boleh meremehkan lawan. Ia meminta fokus dijaga dari satu pertandingan ke pertandingan lain karena hasil di lapangan tidak selalu mengikuti prediksi di atas kertas.
“Tetap disiapkan satu-satu. Dari Aljazair kayak bagaimana, nanti Thailand juga tidak (bisa) sebelah mata, jadi (fokus) satu match, satu match,” kata Ginting.
Ia juga menilai peringkat bukan penentu mutlak kemenangan. Menurut Ginting, persiapan sebelum laga dan konsentrasi saat bertanding jauh lebih penting daripada status unggulan.
“Yang paling penting ya kita fokuskan dari persiapannya sebelum match-nya bagaimana,” ujarnya.
Modal sejarah dan tekanan start awal
Indonesia punya catatan positif ketika bertemu Aljazair di ajang ini. Berdasarkan data yang dilansir detikSport, Indonesia pernah menang 5-0 atas Aljazair pada fase grup Piala Thomas 2020 di Aarhus.
Catatan tersebut memberi modal psikologis bagi skuad Indonesia, tetapi kondisi pertandingan tetap bisa berubah. Di turnamen beregu, satu partai yang lepas dapat memengaruhi ritme tim secara keseluruhan.
Karena itu, pertandingan pembuka Grup D menjadi penting bukan hanya untuk poin, tetapi juga untuk membangun momentum. Kemenangan awal bisa meringankan langkah Indonesia saat menghadapi laga-laga berikutnya di grup.
Panggung perdana untuk pemain muda
Laga di Horsens juga menjadi momen besar bagi pemain-pemain muda yang baru masuk skuad beregu putra paling bergengsi tersebut. Salah satunya adalah Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed, yang untuk pertama kalinya dipanggil memperkuat tim Thomas Indonesia.
Dilansir dari Media Indonesia, Ubed bergabung bersama nama muda lain seperti Nikolaus Joaquin dan Raymond Indra. Kehadiran mereka menambah warna dalam komposisi tim yang menggabungkan pembinaan jangka panjang dengan kebutuhan hasil cepat di turnamen besar.
Kombinasi senior dan junior ini menunjukkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan antara target prestasi dan regenerasi. Di saat yang sama, beban pertandingan tetap berada pada seluruh anggota tim karena format beregu menuntut konsistensi di setiap nomor.
Dengan susunan yang solid dan kesiapan mental yang ditekankan para pemain, Indonesia memasuki laga kontra Aljazair dengan tanggung jawab besar untuk membuka Grup D secara meyakinkan. Fokus penuh sejak poin pertama akan menjadi kunci agar peluang meraih kemenangan tidak terlepas di lapangan.









