Persib Bandung menatap laga kandang kontra Arema FC dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa dua penyerang asingnya, Andrew Jung dan Ramon Tanque. Keduanya menjadi tumpuan utama Maung Bandung saat tampil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26.
Laga ini punya bobot besar untuk Persib karena hasilnya bisa menjaga posisi puncak klasemen dari tekanan Borneo FC Samarinda. Dengan situasi tersebut, efektivitas lini depan menjadi faktor yang sangat menentukan bagi tim asuhan Bojan Hodak.
Andalan di lini depan
Jung dan Tanque sama-sama memberi kontribusi penting sepanjang musim ini. Jung sudah mengoleksi 11 gol, sedangkan Tanque mencatatkan delapan gol, dan keduanya tampil produktif dalam fase krusial kompetisi.
Tren itu juga terlihat dari tiga laga terakhir Persib, ketika para pemain depan tampil silih berganti mencetak gol. Pola tersebut membuat Persib memiliki variasi serangan yang lebih hidup dan sulit ditebak lawan.
Pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa kondisi tersebut memberi fleksibilitas besar dalam menyusun komposisi starter. Ia menilai kualitas para penyerangnya sama-sama baik, sehingga pilihan utama bisa disesuaikan dengan kebutuhan taktik di lapangan.
“Kami punya striker-striker bagus, saya perlu memilihnya siapa yang akan dimainkan lebih dulu. Jung mencetak gol, Ramon juga mencetak gol, di laga terakhir Jung kembali membuat gol lagi,” kata Hodak dikutip dari laman Ileague.
Opsi lain untuk serangan Persib
Selain Jung dan Tanque, Persib juga masih memiliki Sergio Castel sebagai alternatif di lini depan. Mantan pemain Malaga itu belum mencetak gol di liga karena baru bergabung pada putaran kedua, tetapi perkembangannya disebut terus membaik dalam latihan.
Hodak menyebut Castel belum sepenuhnya siap tampil sejak awal periode musim ini, namun kualitasnya tetap dipandang positif. Kehadiran pemain seperti Castel memberi kedalaman skuad yang lebih baik ketika Persib membutuhkan rotasi atau pendekatan berbeda dalam menyerang.
Alternatif lain datang dari Uilliam Barros, penyerang sayap yang juga bisa ditempatkan sebagai striker. Barros dinilai punya komitmen tinggi karena mampu menjalankan peran ganda, baik membantu serangan maupun membantu pertahanan.
Dalam beberapa pertandingan, Barros pernah dipercaya tampil di posisi ujung tombak dan mampu mencetak gol. Situasi ini membuat Persib memiliki beberapa pilihan untuk menjaga intensitas serangan tanpa terlalu bergantung pada satu nama.
Efektivitas jadi kunci di GBLA
Menghadapi Arema FC, Persib diperkirakan tetap membutuhkan ketajaman dan ketenangan di depan gawang. Laga kandang seperti ini biasanya menuntut tim tuan rumah tampil agresif sejak awal, terutama ketika target poin penuh berkaitan langsung dengan perebutan puncak klasemen.
Kombinasi Jung dan Tanque memberi modal penting bagi Persib untuk menekan lawan dengan variasi penyelesaian akhir. Jika keduanya kembali tajam, Persib punya peluang besar menjaga ritme positif sambil mempertahankan posisi strategis di persaingan papan atas.
Hodak tampaknya tidak terikat pada satu formula tetap di lini depan karena para penyerangnya sama-sama menunjukkan produktivitas. Dengan kondisi tersebut, Persib datang ke GBLA dengan pilihan serangan yang cukup lengkap dan fleksibel untuk menghadapi Arema FC.
