Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Lima Kekalahan Beruntun, Calum McFarlane Ditunjuk Interim di Tengah Krisis Liga Inggris

Chelsea resmi mengambil langkah besar setelah rentetan hasil buruk di Liga Inggris membuat posisi klub kembali tertekan. Liam Rosenior diberhentikan dari kursi pelatih kepala usai kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion, yang memperpanjang tren negatif The Blues menjadi lima kekalahan beruntun.

Keputusan itu diumumkan lewat laman resmi klub dan sekaligus mengakhiri masa tugas Rosenior di Stamford Bridge. Dalam periode singkatnya, pelatih berusia 41 tahun tersebut memimpin Chelsea dalam 23 pertandingan dengan rata-rata 1,52 poin per laga.

Keputusan manajemen di tengah tekanan hasil

Chelsea menilai perubahan di kursi pelatih perlu dilakukan setelah performa tim menurun tajam di fase krusial musim ini. Posisi klub London itu kini merosot ke peringkat tujuh klasemen sementara, kondisi yang membuat tekanan terhadap tim dan manajemen semakin besar.

Pecatnya Rosenior juga menunjukkan bahwa klub tidak ingin menunggu terlalu lama untuk memutuskan arah baru. Dalam situasi persaingan papan atas yang ketat, setiap kehilangan poin bisa berdampak langsung terhadap ambisi Chelsea di sisa kompetisi.

Ucapan terima kasih untuk Rosenior

Meski berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, Chelsea tetap memberikan penghargaan atas kontribusi Rosenior. Klub menyebut sang pelatih sudah bekerja keras sejak bergabung pada 8 Januari 2026, menggantikan Enzo Maresca.

Pernyataan resmi klub menegaskan bahwa keputusan ini bukan bentuk pengabaian terhadap kerja Rosenior. Namun, hasil pertandingan belakangan dianggap belum cukup untuk menjaga stabilitas performa tim di liga.

Calum McFarlane ditunjuk sebagai interim

Sebagai solusi sementara, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga musim ini selesai. Tugasnya tidak ringan karena ia harus menjaga daya saing tim di Liga Inggris sekaligus mempertahankan peluang meraih trofi di Piala FA.

Penunjukan McFarlane memberi klub waktu untuk menata ulang strategi tanpa tergesa-gesa. Dalam periode transisi seperti ini, kestabilan ruang ganti dan konsistensi permainan akan sangat menentukan hasil akhir Chelsea.

Buru pelatih permanen dengan pengalaman kuat

Di sisi lain, Chelsea mulai menyiapkan langkah untuk mencari pelatih permanen. Telegraph melaporkan bahwa manajemen mengincar sosok dengan rekam jejak yang kuat dan pengalaman mumpuni untuk memimpin proyek jangka panjang.

Sejumlah nama pun masuk radar, termasuk Cesc Fabregas, Andoni Iraola, Xabi Alonso, dan Julian Nagelsmann. Fabregas saat ini melatih Como di Serie A, sementara Iraola dikabarkan berpotensi meninggalkan Bournemouth pada akhir musim.

Xabi Alonso disebut sedang tidak menangani klub setelah dilepas Real Madrid. Adapun Nagelsmann masih terikat kontrak bersama Timnas Jerman, sehingga opsi itu juga tidak mudah direalisasikan.

Target Eropa masih terbuka, tetapi tantangannya berat

Meski berada dalam tekanan besar, Chelsea masih menyimpan harapan untuk menutup musim dengan hasil yang lebih baik. Klub disebut masih memburu tiket ke kompetisi Eropa dan ingin tetap punya peluang bersaing di Piala FA.

Namun, jalan menuju Liga Champions tidak mudah. Cole Palmer dan rekan-rekannya tertinggal lima poin dari Liverpool yang berada di posisi lima besar, sementara liga hanya menyisakan lima pertandingan.

Situasi itu membuat keputusan soal pelatih menjadi sangat penting bagi Chelsea. Pada tahap ini, Calum McFarlane memegang peran sentral untuk menjaga tim tetap kompetitif sembari manajemen menyiapkan arah baru bagi musim berikutnya.

Exit mobile version