Borneo FC tampil dominan saat menjamu Semen Padang di Stadion Segiri, Samarinda, dan menang meyakinkan 3-0 pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Hasil tersebut membuat Pesut Etam menyamai perolehan poin pemuncak klasemen sementara dan menjaga persaingan gelar tetap terbuka.
Tambahan tiga angka mengantar Borneo FC ke 66 poin, sama dengan milik Persib Bandung di posisi teratas. Dengan kompetisi yang menyisakan lima laga, tekanan untuk tetap konsisten kini semakin besar bagi tim asal Samarinda itu.
Awal laga langsung berat untuk Semen Padang
Borneo FC tidak memberi banyak ruang kepada tim tamu sejak menit awal. Gol cepat Komang Teguh pada menit kesembilan membuka jalan bagi keunggulan tuan rumah dan membuat ritme permainan langsung berada di tangan Borneo FC.
Proses gol pertama lahir dari penyelesaian Emmanuel Astina yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Arthur. Bola muntah kemudian disambar Komang Teguh dan menjadi gol pembuka yang mengubah jalannya pertandingan.
Keunggulan cepat itu ikut memengaruhi arah laga karena Semen Padang harus merespons dalam kondisi tertinggal. Namun, tekanan Borneo FC membuat upaya bangkit tim tamu tidak berjalan mudah.
Gol kedua lahir dari situasi bola mati
Borneo FC terus menekan dan mendapatkan hasil lagi pada menit ke-39. Kaio Nunes menambah keunggulan melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan akurat Nogueira Caxambu dari sepak pojok.
Gol tersebut memperlihatkan efektivitas Borneo FC dalam memaksimalkan peluang yang datang dari situasi set-piece. Dua gol sebelum turun minum membuat tuan rumah memasuki jeda dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Bagi Semen Padang, gol kedua itu semakin memperberat tugas mereka untuk mengejar ketertinggalan. Lini pertahanan tim tamu terus berada di bawah tekanan dan sulit mengembangkan permainan secara leluasa.
Babak kedua tetap dikuasai Pesut Etam
Memasuki babak kedua, pola pertandingan tidak banyak berubah karena Borneo FC tetap memegang kendali. Semen Padang kesulitan keluar dari tekanan dan jarang mendapat kesempatan untuk mengancam gawang lawan secara berarti.
Meski unggul dua gol, Borneo FC tetap menjaga intensitas permainan dan tidak membiarkan lawan menemukan momentum. Penguasaan laga yang stabil menjadi salah satu kunci keberhasilan tuan rumah menjaga keunggulan hingga memasuki menit-menit akhir.
Gol pamungkas baru hadir pada masa injury time, tepatnya menit ke-94, ketika Koldo Obieta melepaskan sepakan yang mengarah tepat ke pojok gawang. Bola itu memastikan kemenangan 3-0 sekaligus menutup laga dengan cara yang meyakinkan bagi Borneo FC.
Dampak bagi klasemen dan situasi kedua tim
Kemenangan ini punya arti besar bagi Borneo FC karena mereka kini mengoleksi 66 poin dan menempel ketat Persib Bandung di papan atas. Dengan hanya lima pertandingan tersisa, persaingan menuju gelar juara diperkirakan akan berlangsung semakin sengit.
Sementara itu, kekalahan di Samarinda membuat posisi Semen Padang tetap sulit. Tim asal Sumatera Barat itu masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin.
Jarak Semen Padang dengan zona aman juga masih cukup jauh, yakni tujuh poin dari Persis Solo yang berada di posisi ke-15. Kondisi tersebut membuat setiap laga sisa menjadi sangat penting bagi mereka dalam upaya keluar dari tekanan papan bawah.







