Indonesia berhasil menjaga asa di fase grup Piala Uber 2026 setelah menaklukkan Kanada 3-1 pada laga Grup C di Forum Horsens, Denmark. Kemenangan itu hadir lewat kontribusi penting sektor ganda putri, saat Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti memastikan poin penentu melalui kemenangan 21-18, 21-11 atas Catherine Choi/Josephine Wu.
Poin penentu datang dari Tiwi/Fadia
Pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu tampil stabil setelah sempat merasakan start yang tidak nyaman di awal pertandingan. Mereka menuntaskan laga dalam 32 menit dan mengunci kemenangan Indonesia setelah tim sempat bersaing ketat di tiga partai sebelumnya.
Fadia menegaskan laga pembuka beregu tidak berjalan mudah karena adaptasi shuttlecock belum sepenuhnya selesai. Ia menyebut permainan mereka terlalu terburu-buru pada awal gim dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
Adaptasi shuttlecock jadi tantangan awal
Fadia menjelaskan bahwa kondisi shuttlecock yang dipakai pertandingan terasa berbeda dengan yang digunakan saat latihan. Perbedaan laju itu membuat pasangan Indonesia belum langsung menemukan ritme terbaik saat memasuki gim pertama.
“Di pertandingan pertama ini, apalagi di awal kami startnya terlalu buru-buru dan terlalu banyak mati sendiri,” ujar Fadia, dikutip PBSI. Pernyataan itu menggambarkan bahwa kemenangan atas Kanada tidak datang dengan mudah meski skor akhir terlihat cukup meyakinkan.
Ia juga menyoroti tekanan yang muncul dalam pertandingan beregu. Menurut Fadia, suasana Piala Uber jauh lebih tegang dibandingkan turnamen individu sehingga pemain perlu lebih tenang sejak awal laga.
Pemulihan fisik juga jadi perhatian
Tiwi menambahkan bahwa faktor fisik tidak kalah penting di tengah jadwal pertandingan yang padat. Ia menilai waktu istirahat antarlaga sangat singkat sehingga pemulihan harus diperhatikan secara serius.
“Kami tidak punya waktu banyak untuk rest karena besok harus sudah kembali bertanding, jadi tentu saja dari segi nutrisi dan recovery itu sangat penting,” kata Tiwi. Pesan itu menunjukkan bahwa kemenangan atas Kanada bukan hanya soal teknik, tetapi juga kesiapan tubuh untuk kembali tampil kapan pun dibutuhkan.
Indonesia sempat tertinggal lebih dulu
Sebelum Tiwi/Fadia turun, Indonesia lebih dulu berada dalam tekanan setelah Putri Kusuma Wardani kalah dari Michelle Li. Pertandingan tunggal pertama itu berlangsung tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, 16-21 untuk kemenangan Kanada.
Indonesia lalu bangkit lewat ganda pertama Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menang 23-21, 21-10 atas Jackie Dent/Crystal Lai. Setelah itu, Thalita Ramadhani Wiryawan membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 usai mengalahkan Wen Yu Zhang 21-16, 21-19.
Momentum tersebut memudahkan Tiwi/Fadia saat turun di partai berikutnya. Mereka menuntaskan tugas dengan baik dan memastikan Indonesia menutup duel Grup C lewat kemenangan 3-1.
Modal penting untuk laga berikutnya
Hasil ini menjaga peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di fase grup Piala Uber 2026. Meski meraih kemenangan, evaluasi tetap dibutuhkan, terutama pada awal pertandingan agar para pemain lebih tenang dan cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Kemenangan atas Kanada sekaligus menegaskan peran Tiwi/Fadia sebagai salah satu tumpuan utama Indonesia di sektor ganda putri. Dengan fokus yang lebih baik sejak gim pertama dan dukungan pemulihan fisik yang tepat, pasangan ini kembali menjadi kunci penting dalam upaya Merah Putih menjaga laju di Piala Uber 2026.
Source: www.viva.co.id