Greg Docherty menempatkan profesionalitas di atas emosi saat Charlton Athletic bersiap menghadapi Hull City dalam laga penting di Stadion The Valley. Kapten Charlton itu menegaskan fokus utamanya adalah membantu The Addicks mengamankan posisi di EFL Championship, meski lawan yang akan dihadapi merupakan mantan klubnya sendiri.
Pertandingan ini datang pada momen yang menekan Charlton. Kekalahan 1-2 dari Ipswich Town membuat tim asuhan Nathan Jones harus mengejar ketertinggalan, dengan selisih lima poin dari Oxford United dan hanya menyisakan dua laga musim ini.
Tekanan klasemen membuat Charlton tak punya banyak ruang
Situasi Charlton juga ikut dipengaruhi hasil dari klub lain. West Bromwich Albion mendapat pengurangan dua poin karena pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan atau PSR, sehingga poin Charlton kini setara dengan West Brom.
Oxford United juga masih punya peluang besar untuk memperlebar jarak jika mampu tampil maksimal saat menjamu Sheffield Wednesday. Kondisi itu membuat Charlton tak hanya bergantung pada hasil sendiri, tetapi juga pada dinamika persaingan di papan bawah.
Docherty memahami betapa rumitnya peta persaingan tersebut. Karena itu, ia menilai laga melawan Hull City tidak boleh dipandang sebagai sekadar reuni emosional, melainkan sebagai pertandingan yang wajib didekati dengan disiplin penuh.
Reuni dengan Hull City harus dikesampingkan
Hull City punya tempat tersendiri dalam perjalanan Docherty. Gelandang asal Skotlandia itu pernah membela klub tersebut selama empat tahun dan membantu mereka menjuarai League One pada 2021, sehingga pertemuan ini memuat nilai emosional yang tidak kecil.
Namun, Docherty menegaskan bahwa perasaan itu tidak boleh mengganggu tugasnya saat ini. “I will be parking all my previous emotions of the club,” kata Docherty, menandakan bahwa seluruh perhatian kini diarahkan untuk Charlton Athletic.
Ia juga menilai Hull datang ke London dengan motivasi tinggi. Menurut Docherty, lawan memiliki ambisi sendiri untuk menembus zona play-off promosi, sehingga Charlton harus siap menghadapi tim yang bermain agresif sejak awal.
Waspada kekuatan serangan Hull City
Docherty tidak menutup mata terhadap kualitas serangan Hull City. Ia menyebut lawannya memiliki pemain-pemain depan yang bagus dan kemampuan mencetak gol yang cukup tinggi, sehingga Charlton wajib tampil pada level terbaik.
“We are under no illusions of how difficult it will be. They have got good attacking players, and we will have to be at our best,” ujar Docherty. Ia menambahkan bahwa di kompetisi ini kemenangan memang hampir selalu menuntut performa terbaik dari seluruh lini.
Selain itu, ia memperkirakan Hull akan berusaha menekan dan menyerang dengan intensitas tinggi. Dengan karakter permainan seperti itu, Docherty percaya organisasi pertahanan Charlton akan memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan tim.
“I am here now, and my full focus is here,” kata Docherty. Ia menegaskan bahwa fokusnya sepenuhnya berada di Charlton, bukan pada masa lalunya bersama Hull City.
Pertahanan jadi tumpuan Charlton
Docherty melihat pertahanan Charlton sebagai modal utama untuk keluar dari tekanan. Ia menilai skuat The Addicks mulai kembali ke bentuk permainan yang diinginkan dan menunjukkan tanda-tanda sebagai unit yang solid.
“we are a really strong unit, and we are getting back to where we need to be and what gets us good results,” ucapnya. Keyakinan itu juga muncul dari persiapan tim yang dinilai berjalan baik menjelang laga penting di kandang sendiri.
Charlton kini butuh hasil yang tidak hanya menjaga asa bertahan, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri setelah hasil buruk sebelumnya. Dengan tensi klasemen yang ketat dan lawan yang datang membawa ambisi besar, posisi Docherty sebagai kapten akan sangat menentukan arah permainan tim di The Valley.
