
ESTADIO de Vallecas menjadi panggung laga penuh drama saat Rayo Vallecano menahan Real Sociedad 3-3 dalam lanjutan La Liga. Sundulan Alemão pada menit kesembilan masa injury time menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan dan menjaga rekor tak terkalahkan mereka di kandang menjadi tujuh laga beruntun.
Pertandingan ini menghadirkan tempo tinggi, gol-gol cepat, serta beberapa keputusan VAR yang memicu perdebatan. Real Sociedad sempat dua kali memimpin lebih dulu dan bahkan unggul 3-1, tetapi Rayo menunjukkan karakter kuat hingga memaksakan hasil imbang di penghujung laga.
Awal Laga Berjalan Ketat
Real Sociedad langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal lewat pergerakan Ander Barrenetxea dan Takefuso Kubo. Namun, Dani Cárdenas tampil sigap di bawah mistar Rayo Vallecano dan menggagalkan sejumlah peluang tim tamu pada 15 menit pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah lewat aksi Mikel Oyarzabal yang menusuk pertahanan Vallecano sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang. Rayo sempat merespons melalui Carlos Martín, tetapi gol itu dianulir VAR karena handball yang dilakukan Andrei Ratiu dalam proses serangan.
Gol Silih Berganti Sebelum dan Sesudah Turun Minum
Rayo berhasil menyamakan kedudukan menjelang jeda lewat penyelesaian tenang Sergio Camello. Ia mengontrol bola dengan baik di kotak penalti lalu menaklukkan Álex Remiro dengan sepakan kaki kiri yang terarah.
Memasuki babak kedua, Real Sociedad kembali unggul lewat serangan balik cepat yang dituntaskan Orri Óskarsson. Keunggulan itu sempat berubah menjadi tekanan baru bagi Rayo karena pertandingan makin dipenuhi intervensi VAR dan protes dari tribun Vallecas.
Keputusan VAR yang Mengubah Arah Laga
Momen paling panas terjadi saat gol Pedro Díaz untuk menyamakan skor dianulir wasit setelah tinjauan VAR. Ofisial menilai Ratiu melakukan pelanggaran terhadap Pablo Marín dalam proses serangan balik, keputusan yang langsung memicu kemarahan para pendukung tuan rumah.
Situasi Rayo semakin berat ketika Real Sociedad justru mendapat hadiah penalti dari insiden tersebut. Oyarzabal kembali menjadi eksekutor dan mengubah skor menjadi 3-1 lewat sepakan keras ke bagian atas gawang, membuat Sociedad tampak berada di jalur kemenangan.
Rayo Menolak Menyerah Hingga Menit Akhir
Skuad asuhan Iñigo Pérez tidak mengendur meski tertinggal dua gol. Florian Lejeune kemudian memperkecil kedudukan lewat penyelesaian jarak dekat yang menjaga harapan Rayo tetap hidup.
Tekanan terus mereka bangun sampai detik-detik terakhir pertandingan. Saat laga hampir berakhir, Alemão muncul di area berbahaya dan menanduk umpan lambung dengan tepat untuk menaklukkan lini belakang Sociedad.
Gol itu tercipta pada menit ke-90+9 dan langsung mengubah suasana stadion. Rayo pun mengamankan satu poin berharga sekaligus mempertahankan jarak lima poin dari zona degradasi.
Hasil imbang ini juga membuat Real Sociedad hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhirnya di kasta tertinggi. Di sisi lain, Rayo Vallecano keluar dari laga penuh kontroversi ini dengan dorongan moral besar berkat kebangkitan drastis di depan publik Vallecas.
Source: mediaindonesia.com








