Inter Milan Kehilangan Keunggulan 2 Gol, Bisseck Cetak Gol Tak Cukup Redam Torino

Author: Qoo Media

Inter Milan gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat ditahan imbang 2-2 oleh Torino dalam lanjutan Serie A di Stadion Olimpico Grande Torino. Hasil ini terasa berat bagi Nerazzurri karena mereka sempat memegang kendali laga, tetapi kehilangan fokus pada babak kedua.

Torino memanfaatkan momen lengah Inter dengan sangat efektif. Tuan rumah bangkit lewat gol Giovanni Simeone dan kemudian menyamakan skor lewat penalti pada menit-menit akhir pertandingan.

Inter sempat unggul nyaman

Inter membuka keunggulan melalui Marcus Thuram yang mencetak gol sundulan setelah menerima umpan silang Federico Dimarco. Gol itu lahir di pertengahan babak pertama dan memberi Inter ruang untuk mengontrol jalannya laga.

Keunggulan Inter bertambah ketika Yann Bisseck mencetak gol pada awal babak kedua. Lagi-lagi Dimarco berperan besar lewat skema sepak pojok yang menghasilkan peluang matang bagi bek muda tersebut.

Meski unggul 2-0, Inter tidak bisa menjaga intensitas permainan sampai akhir. Torino mulai menemukan ritme serangan dan memaksa pertahanan tim tamu bekerja lebih keras dari yang diperkirakan.

Kesalahan yang dimanfaatkan Torino

Peluang kebangkitan Torino muncul setelah Piotr Zielinski kehilangan bola di area berbahaya. Dari situasi itu, Giovanni Simeone berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan menghidupkan kembali semangat tuan rumah.

Gol tersebut mengubah arah pertandingan secara signifikan. Inter yang sebelumnya terlihat nyaman mulai mendapat tekanan lebih besar dari lini serang Torino yang tampil disiplin dan agresif.

Puncak kebangkitan Torino datang saat mereka mendapat penalti di pengujung laga. Carlos Augusto dinilai melakukan pelanggaran di kotak terlarang ketika mencoba menghentikan serangan lawan, dan kesempatan itu dimaksimalkan untuk membuat skor menjadi 2-2.

Dimarco catat rekor, tetapi hasil tak berpihak

Di tengah hasil yang mengecewakan, Federico Dimarco tetap menjadi salah satu catatan positif Inter. Dua asis yang ia berikan membuatnya melewati pencapaian Papu Gomez dalam sejarah klub, sebuah capaian yang menegaskan kontribusinya di sisi kiri permainan.

Namun, torehan itu tidak cukup untuk menutupi masalah utama Inter, yakni rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan balik. Keunggulan dua gol seharusnya memberi rasa aman, tetapi justru berubah menjadi beban ketika Torino menaikkan intensitas permainan.

Pelatih Cristian Chivu juga dinilai belum menemukan respons yang tepat untuk meredam momentum Torino. Pergantian dengan memasukkan Pio Esposito dan Frattesi tidak mampu menghentikan serangan tuan rumah yang terus menekan sampai akhir.

Torino tampil lebih disiplin di fase krusial

Torino mendapat banyak manfaat dari disiplin taktik dan keberanian menekan di momen penting. Ardian Ismajli tampil solid di lini belakang, sementara Nikola Vlasic memberi kreativitas yang membantu alur serangan tim tuan rumah.

Masuknya pemain pengganti seperti Duvan Zapata dan Alieu Njie ikut memberi warna baru dalam permainan Torino. Kehadiran mereka membuat pengawalan Inter terhadap Yann Bisseck dan Manuel Akanji menjadi lebih sulit dipertahankan.

Sportmediaset sempat menyoroti Marcus Thuram dengan istilah “svogliato” dan “demotivato” sebelum sang penyerang mencetak gol pembuka. Sorotan itu menggambarkan bagaimana performa lini depan Inter sempat naik turun sepanjang laga.

Di sisi lain, Bonny juga mendapat perhatian setelah membuang peluang emas di awal babak kedua sebelum digantikan Pio Esposito. Situasi tersebut menunjukkan bahwa Inter punya efisiensi awal yang baik, tetapi gagal menjaga ketenangan saat pertandingan memasuki fase paling menentukan.

Terbaru