Persaingan gelar Premier League 2025/2026 memasuki fase penentuan dengan Arsenal masih memimpin klasemen, tetapi posisi mereka belum benar-benar aman. Manchester City tetap punya peluang besar karena menyimpan satu laga tunda dan jumlah pertandingan yang belum dimainkan lebih banyak.
Arsenal naik kembali ke puncak setelah menang 1-0 atas Newcastle United pada akhir pekan. Namun, selisih tiga poin dengan empat laga tersisa membuat tekanan tetap tinggi, terlebih City masih bisa menambah perolehan angka dari sisa jadwal mereka.
Manchester City masih memegang kendali
Secara matematis, Manchester City masih berada dalam posisi yang sangat menguntungkan karena baru memainkan 33 laga. Tim asuhan Pep Guardiola masih punya lima pertandingan untuk dijalani, termasuk satu laga tunda, sementara Arsenal hanya menyisakan empat partai.
Situasi itu membuat persaingan gelar berjalan ketat dan bergantung pada konsistensi di setiap pertandingan. City juga tidak bermain di liga pada pekan yang sama karena fokus ke Piala FA, lalu memastikan tiket final setelah mengalahkan Southampton.
Jadwal sisa yang menentukan
Sisa pertandingan Arsenal menempatkan tekanan besar pada tim asuhan Mikel Arteta. Mereka akan menghadapi Fulham di kandang pada 2 Mei, lalu bertandang ke markas West Ham United pada 10 Mei.
Dua laga berikutnya mempertemukan Arsenal dengan Burnley di kandang pada 17 Mei dan Crystal Palace di laga tandang pada 24 Mei. Dalam skenario pengejaran gelar, empat pertandingan ini akan sangat menentukan nasib mereka.
Manchester City juga masih harus melewati jadwal yang tidak ringan. Mereka dijadwalkan bertandang ke Everton pada 4 Mei, lalu menjamu Brentford pada 9 Mei sebelum menghadapi Aston Villa di kandang pada 24 Mei.
Dua pertandingan lain milik City masih berstatus TBC, yakni melawan Crystal Palace di kandang dan Bournemouth di laga tandang. Fleksibilitas jadwal ini membuat peluang City tetap terbuka lebar hingga akhir musim.
Peluang juara bisa ditentukan detail kecil
Jika Arsenal dan Manchester City sama-sama menang dalam sisa laga, mereka masih bisa finis dengan poin yang sama. Dalam kondisi itu, penentuan juara akan mengacu pada selisih gol, jumlah gol, lalu rekor pertemuan jika diperlukan.
Saat ini Arsenal unggul tipis dalam selisih gol dengan catatan +38 dan 64 gol. City justru lebih produktif dalam urusan mencetak gol dengan 66 gol, meski selisih gol mereka ada di angka +37.
Perbedaan kecil seperti ini bisa menjadi faktor yang sangat mahal di pekan terakhir. Karena itu, setiap gol dan setiap kebobolan masih memiliki bobot besar dalam perburuan titel.
Padatnya agenda bisa ikut memengaruhi persaingan
Arsenal masih harus menjalani partai dua leg semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Tambahan beban itu membuat rotasi pemain dan kebugaran skuad menjadi isu penting menjelang penentuan gelar liga.
Di sisi lain, Manchester City juga menghadapi final Piala FA pada 16 Mei. Jadwal yang padat untuk dua pesaing utama ini membuat laga-laga tersisa bukan hanya soal kualitas permainan, tetapi juga soal ketahanan fisik dan pengelolaan skuad.
Dengan Arsenal di puncak dan City masih menyimpan satu laga tunda, perebutan gelar Premier League 2025/2026 belum menunjukkan pemenang yang jelas. Setiap hasil dari laga-laga sisa akan langsung memengaruhi arah persaingan yang kini semakin mengerucut pada detail kecil dan momentum di pekan-pekan terakhir.
