Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri berhasil menutup ajang The 22nd WTA Open International Championship 2026 di Ohama Arena Sakai, Osaka, Jepang, dengan status juara umum. Kontingen Indonesia itu tampil dominan dan menguasai persaingan internasional yang berlangsung selama dua hari pertandingan.
Sebanyak 15 atlet terbaik Polri diturunkan dalam kejuaraan tersebut. Hasilnya, tim ini pulang dengan koleksi 21 medali, terdiri atas 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu.
Dominasi di dua nomor utama
Prestasi itu menunjukkan kekuatan tim Polri di dua kategori yang dilombakan, yaitu poomsae dan kyorugi prestasi. Keunggulan di dua nomor tersebut menjadi dasar utama saat klasemen akhir ditetapkan.
Perolehan medali yang besar juga menempatkan Indonesia di posisi teratas dibanding peserta lain. Capaian itu memperlihatkan bahwa pembinaan atlet taekwondo Polri berjalan efektif dan mampu menghasilkan performa kompetitif di level dunia.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi atas hasil tersebut pada Senin (27/4/2026). Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari keberadaan Komite Olahraga Polri atau KOP yang dibentuk sejak Mei 2024 sebagai wadah resmi pembinaan personel berprestasi.
Peran Komite Olahraga Polri
Dedi menjelaskan bahwa KOP dirancang sebagai sistem pembinaan yang memastikan atlet Polri mendapat ruang untuk berkembang. Ia juga menekankan pentingnya penjaminan hak-hak atlet agar mereka bisa fokus mengejar prestasi.
“Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujar Komjen Dedi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Polri tidak hanya menempatkan olahraga sebagai kegiatan tambahan. Kepolisian juga melihatnya sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang memiliki dampak luas, baik bagi institusi maupun bagi nama Indonesia di luar negeri.
Dukungan pimpinan dan dampaknya
Komjen Dedi menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung personel yang memiliki bakat di cabang olahraga prestasi. Dukungan itu diarahkan agar atlet Polri dapat tampil lebih baik dan bersaing di ajang internasional berikutnya.
Ia juga menyebut keberhasilan di Osaka membawa kebanggaan ganda. “Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi Polri, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia serta memperkuat posisi Indonesia dalam olahraga taekwondo internasional,” imbuhnya.
Di sisi lain, official Tim Taekwondo Polri, M Rustam Febrianzah, menyoroti peran fasilitas dan dukungan berkelanjutan dari pimpinan Polri. Menurut dia, perhatian tersebut memberi dorongan besar bagi para atlet untuk menjaga konsistensi latihan dan meningkatkan kualitas bertanding.
Rustam menyampaikan bahwa dukungan itu menjadi penggerak bagi atlet untuk terus mengejar hasil terbaik di level internasional. Ia menilai pembinaan yang berjalan selama ini memberi dampak langsung pada mental dan kesiapan tanding para atlet.
Capaian yang menegaskan kesiapan atlet Polri
Koleksi 14 medali emas menjadi penanda paling kuat dari performa tim Garbha Presisi Polri di Osaka. Raihan itu menunjukkan bahwa para atlet mampu menjaga konsentrasi, teknik, dan kondisi fisik sepanjang turnamen.
Dengan hasil tersebut, tim taekwondo Polri bukan hanya membawa pulang gelar juara umum. Mereka juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki talenta kuat di cabang taekwondo pada ajang internasional.
