Lazio bersiap tampil dengan wajah berbeda saat menjamu Udinese di Stadio Olimpico dalam lanjutan Serie A. Maurizio Sarri mengonfirmasi ada perombakan di enam posisi utama, terutama karena skuadnya baru saja melewati laga berat selama 120 menit di semifinal Coppa Italia.
Rotasi besar ini dipicu kebutuhan menjaga kondisi fisik pemain setelah Lazio memastikan tiket final lewat kemenangan adu penalti atas Atalanta. Meski sedang berada dalam tren positif dengan empat kemenangan dari enam laga liga terakhir, Sarri tetap memilih pendekatan hati-hati agar tim tidak kehilangan tenaga di tengah jadwal padat.
Perubahan di lini belakang
Sektor pertahanan menjadi area yang paling terasa dampaknya. Lazio harus bermain tanpa Mario Gila yang mengalami cedera pergelangan kaki, sehingga Oliver Provstgaard diprediksi tampil sejak menit awal untuk mendampingi Alessio Romagnoli.
Di sisi kanan, Manuel Lazzari disiapkan mengisi posisi Adam Marusic yang belum sepenuhnya fit. Sementara itu, perubahan juga terjadi di sisi kiri karena Luca Pellegrini disebut akan turun sebagai starter menggantikan Nuno Tavares untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Absennya Ivan Provedel sebagai kiper utama dan Nicolo Rovella di lini tengah menambah panjang daftar pemain yang tidak bisa diturunkan. Kondisi ini memaksa Lazio mengandalkan kombinasi baru di beberapa sektor agar tetap menjaga kestabilan permainan.
Keseimbangan baru di lini tengah
Danilo Cataldi dilaporkan akan kembali memimpin permainan dari lini tengah. Ia kemungkinan mendapat dukungan dari Toma Basic atau Kenneth Taylor yang berperan sebagai gelandang box-to-box.
Susunan ini menunjukkan Lazio ingin menjaga kontrol bola sekaligus tetap punya tenaga untuk transisi cepat. Sarri tampaknya berusaha menemukan keseimbangan antara kebutuhan rotasi dan tuntutan meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Opsi segar di sektor depan
Perubahan tidak berhenti di belakang dan tengah, karena lini serang juga berpeluang dirombak. Daniel Maldini atau Boulaye Dia diproyeksikan menggantikan Tijjani Noslin, sedangkan Gustav Isaksen dan Pedro bisa tetap menjadi opsi dari sisi sayap.
Pilihan ini memberi Lazio beberapa variasi dalam menyerang. Sarri memiliki beberapa nama yang bisa menjaga intensitas ofensif, meski komposisi starter kemungkinan tidak sama seperti laga-laga sebelumnya.
Udinese datang dengan modal berani
Udinese juga tidak datang ke Roma tanpa ambisi. Tim asuhan Kosta Runjaic datang dengan target meraih kemenangan tandang ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menaklukkan Genoa dan AC Milan.
Catatan tandang mereka cukup menarik, karena Udinese disebut tidak kalah dalam lima lawatan beruntun ke markas Lazio. Rekam jejak itu membuat laga di Olimpico tak bisa dipandang sebagai pertandingan mudah bagi tuan rumah.
Meski begitu, Udinese juga punya persoalan skuad. Kapten Jesper Karlstrom absen karena akumulasi kartu kuning, sementara Keinan Davis masih menjalani pemulihan.
Statistik tim tamu tanpa Keinan Davis juga tidak mendukung sepenuhnya. Dalam catatan yang disebutkan, Udinese hanya meraih rata-rata 0,7 poin per pertandingan saat penyerang asal Inggris itu tidak bermain.
Persaingan papan tengah yang ketat
Lazio saat ini berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Serie A, dengan keunggulan empat poin atas Udinese yang berada di papan tengah. Jarak itu memang tidak besar, tetapi cukup membuat laga ini penting bagi kedua tim.
Pertemuan kedua tim juga diperkirakan berlangsung seimbang. Data 12 duel terakhir di liga menunjukkan hasil yang relatif imbang, sehingga detail kecil seperti efektivitas rotasi, kesiapan fisik, dan ketajaman penyelesaian akhir bisa sangat menentukan di Olimpico.
