Degradasi Sudah Pasti, PSBS Biak Siap Bangun Tim Baru Demi Jalur Promosi Kembali

PSBS Biak mulai mengalihkan perhatian dari upaya bertahan di kasta tertinggi menuju pembenahan tim untuk musim depan. Degradasi mereka sudah terkonfirmasi jelang laga pekan ke-30 melawan Malut United, sehingga sisa pertandingan kini dipakai sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap skuad.

Situasi itu membuat manajemen bersama staf pelatih menata ulang arah tim. Fokus utama kini bukan lagi mengejar hasil jangka pendek, melainkan mencari komposisi pemain yang tepat untuk membangun kekuatan baru di kompetisi kasta kedua.

Evaluasi skuad jadi prioritas

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyebut hari itu sebagai momen yang berat bagi tim. Ia menjelaskan bahwa para pemain sempat diliburkan selama dua hari sebelum kembali menjalani latihan ringan untuk memulai persiapan menghadapi fase akhir musim.

“Sore ini adalah sore yang menyedihkan karena degradasi kami sudah terkonfirmasi,” ujar Marian Mihail. Pernyataan itu menggambarkan perubahan besar dalam target tim yang sebelumnya masih berjuang di papan bawah.

Mihail juga menegaskan bahwa manajemen dan staf pelatih telah sepakat memakai lima laga tersisa sebagai ajang seleksi. Dari pertandingan-pertandingan itu, PSBS ingin melihat pemain mana yang masih pantas dipertahankan untuk proyek tim baru di divisi kedua.

Langkah menuju tim baru

Keputusan tersebut bukan sekadar respons atas hasil buruk di lapangan, tetapi juga bagian dari rencana jangka panjang klub. Mihail menyebut target berikutnya adalah membentuk tim yang merepresentasikan semangat asli Biak dan bisa segera kembali ke level tertinggi.

“Kami bersama pihak manajemen telah berdiskusi mengenai masa depan tim ini,” kata Mihail. Ia menambahkan bahwa lima laga terakhir akan menjadi dasar penilaian untuk menentukan pemain yang layak lanjut bersama tim.

PSBS juga mulai menyiapkan fondasi untuk promosi pada musim berikutnya. Dalam pandangan Mihail, evaluasi dini jauh lebih penting agar proses perombakan tidak berjalan terburu-buru dan tim bisa memulai persiapan lebih matang.

Komposisi pemain asing ikut berubah

Perubahan arah tim turut berdampak pada komposisi pemain asing. Saat ini, PSBS hanya mempertahankan tiga legiun impor, yakni Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Luquinhas.

Langkah itu diambil agar ruang lebih besar terbuka bagi pemain lokal dalam proyek pembentukan skuad baru. Bagi manajemen dan staf teknis, keputusan tersebut dianggap selaras dengan kebutuhan tim untuk membangun identitas baru sejak dini.

Mihail menilai sisa pemain lokal akan memegang peran penting dalam rancangan musim depan. Ia menyebut evaluasi performa di lima laga terakhir akan menjadi indikator utama untuk menyusun kerangka tim yang lebih stabil.

Fokus lawan tetap dijaga

Meski sudah memikirkan musim depan, PSBS tetap menyiapkan diri secara serius menghadapi Malut United. Mihail menilai lawan mereka memiliki kualitas merata di semua lini dan mampu merepotkan siapa pun di liga.

“Malut benar-benar tim yang sangat bagus, tim yang bisa mengalahkan tim manapun di liga ini,” ucap Mihail. Ia tetap meminta skuadnya menjaga konsentrasi karena laga tersebut juga menjadi ujian penting dalam situasi sulit yang sedang dihadapi tim.

Bek PSBS, Moses Elias Madjar, menegaskan timnya tetap berkomitmen tampil maksimal. Ia menyebut para pemain sudah mempelajari kekuatan penyerang lawan dan berusaha memperbaiki catatan pertahanan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Kami sudah belajar dari pertandingan sebelumnya,” kata Moses. Ia juga mengingatkan rekan-rekannya agar tetap waspada terhadap lini depan Malut United dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi di pertemuan sebelumnya.

Berdasarkan klasemen hingga pekan ke-29, PSBS Biak masih tertahan di posisi ke-18 dengan 18 poin. Catatan mereka sejauh ini terdiri dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan 19 kekalahan, yang kini menjadi dasar utama bagi klub untuk merombak arah pembangunan tim di musim mendatang.

Terkait