Efisiensi Anggaran Memutus Pelatnas Flairene Candrea, Dipulangkan Mendadak Jelang Asian Games

Flairene Candrea harus keluar sementara dari pelatnas renang Asian Games 2026 setelah kebijakan efisiensi anggaran membuat program pemusatan latihan itu dibubarkan. Atlet peraih emas SEA Games Vietnam 2021 itu menyampaikan kondisi tersebut di sela Kejurnas Akuatik Indonesia di Stadion Akuatik GBK, dan keputusan itu langsung berdampak pada tempat tinggal serta fasilitas akomodasi yang selama ini ia gunakan.

Situasi itu membuat suasana jelang Asian Games Aichi-Nagoya pada September mendatang terasa tidak pasti bagi salah satu wajah andalan renang nasional. Meski begitu, Flairene tetap menekankan pentingnya menjaga fokus di Kejurnas agar bisa menunjukkan performa terbaik dan membuka peluang kembali ke skuad pelatnas.

Pelatnas yang baru berjalan singkat langsung dihentikan

Flairene menjelaskan bahwa pelatnas tersebut baru dimulai sekitar awal Maret dan hanya berjalan kurang lebih satu bulan sebelum dibubarkan. Ia mengatakan, “Masuknya bulan Maret, tanggal 5 ya kalau enggak salah. Terus kemarin kami baru dikeluarkan April. Kayaknya baru sebulan sih.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembinaan yang baru berjalan singkat langsung terhenti di tengah persiapan menuju agenda besar tingkat Asia. Dalam kondisi seperti ini, atlet bukan hanya kehilangan jadwal latihan terpusat, tetapi juga kehilangan sistem pendukung yang biasanya menyertai program nasional.

Akomodasi ikut hilang, atlet diminta keluar mendadak

Dampak paling terasa dari pembubaran pelatnas adalah hilangnya fasilitas akomodasi. Flairene mengaku seluruh atlet yang terdampak tidak lagi mendapat tempat tinggal yang sebelumnya disiapkan selama pelatnas berlangsung.

Ia juga menyebut proses pengosongan hotel dilakukan dengan cepat. Menurut pengakuannya, atlet hanya diberi waktu dua hari setelah pemberitahuan untuk check out dari tempat menginap, sehingga keputusan itu terasa sangat mendadak bagi para atlet.

“Jujur pas dikeluarkan itu sedih banget ya. Kok bisa kita dikeluarkan. Kami dibilang disuruh check out, dari akomodasi kita dari hotel itu 2 hari setelah dikasih tahu,” kata Flairene. Ia menambahkan bahwa keputusan itu sempat membuatnya dan rekan-rekannya merasa sangat terpuruk.

Pelatnas disebut akan dibentuk lagi dengan kuota lebih kecil

Meski dibubarkan, Flairene mendapat informasi bahwa pelatnas kemungkinan akan dibentuk kembali setelah Kejurnas selesai. Namun, formasi baru itu disebut tidak akan sama seperti sebelumnya karena kuotanya akan dikurangi dan pemilihan atlet akan lebih ketat.

Informasi tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya menghentikan program latihan, tetapi juga mengubah pola seleksi atlet. Dalam skema baru itu, prioritas akan diberikan kepada atlet tertentu yang dinilai paling berpeluang masuk skuat Asian Games.

Flairene menyampaikan kabar itu dengan nada hati-hati karena ia sendiri tidak mengetahui detail teknis pembubarannya. Namun, ia memahami bahwa situasi keuangan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Kejurnas jadi ajang pembuktian bagi atlet yang tersisih

Di tengah ketidakpastian itu, Flairene memilih tetap memusatkan perhatian pada Kejurnas Akuatik Indonesia. Ia menilai ajang tersebut menjadi kesempatan penting untuk membuktikan bahwa dirinya masih pantas berada dalam lingkungan pelatnas.

Karena itu, ia berusaha menjaga semangat agar tidak terpengaruh oleh keputusan pembubaran yang datang mendadak. Flairene menegaskan bahwa performa di Kejurnas bisa menjadi modal penting untuk menarik kembali perhatian tim seleksi.

“Harus menunjukkan di Kejurnas ini bisa tampil baik dan bisa perform bagus. Ya membuktikan saja kalau misalnya kamu ini masih layak di Pelatnas,” ujarnya.

Harapan pada PB untuk memulihkan sistem latihan nasional

Flairene juga menaruh harapan pada kerja organisasi induk cabang olahraga agar pelatnas bisa kembali berjalan. Ia menilai dukungan manajerial sangat penting karena waktu menuju Asian Games Aichi-Nagoya terus berjalan.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pembinaan atlet nasional membutuhkan kepastian, bukan hanya dari sisi latihan, tetapi juga dari keberlanjutan fasilitas dan dukungan logistik. Bagi atlet seperti Flairene, kepastian pelatnas menjadi bagian penting untuk menjaga ritme persiapan saat target kompetisi semakin dekat.

Exit mobile version