Persib Bandung berhasil merebut kembali puncak klasemen sementara Super League 2025/26 setelah menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 4-2. Laga di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Kamis malam itu menjadi kemenangan penting karena sekaligus menggeser Borneo FC dari posisi teratas.
Hasil ini membawa Persib mengoleksi 69 poin dan menjaga persaingan menuju gelar juara tetap terbuka. Keberhasilan tersebut terasa spesial karena tim asuhan Bojan Hodak sempat tertinggal dua gol di babak pertama sebelum membalikkan keadaan lewat empat gol balasan.
Sempat tertinggal lebih dulu
Bhayangkara Presisi Lampung FC memulai laga dengan baik dan langsung memberi tekanan ke pertahanan Persib. Bernard Doumbia membuka keunggulan pada menit ke-6, lalu Mousa Sidibe menambah gol pada menit ke-26.
Keunggulan dua gol itu sempat membuat Bhayangkara berada di atas angin. Persib, di sisi lain, harus merespons dalam situasi sulit karena permainan awal mereka dinilai terlalu mudah memberi ruang bagi lawan untuk melakukan serangan balik.
Persib bangkit di babak berikutnya
Situasi berubah setelah Persib menemukan ritme permainan yang lebih baik. Federico Barba memimpin kebangkitan, lalu Rosembergne “Berguinho” da Silva, Beckham Putra Nugraha, dan Adam Alis Setyano ikut mencatatkan nama di papan skor.
Empat gol itu mengubah arah pertandingan dan membuat Persib berbalik unggul 4-2. Kemenangan ini menunjukkan kemampuan Persib menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan, meski awal pertandingan berjalan jauh dari harapan.
Bojan Hodak menilai timnya memulai laga dengan cara yang kurang tepat. Ia juga menyoroti adanya instruksi yang tidak dijalankan sesuai rencana sehingga lawan mendapat terlalu banyak ruang.
“Kami memasuki pertandingan dengan cara yang salah. Kami memainkan persis apa yang seharusnya tidak kami lakukan,” kata Hodak.
Kritik untuk awal laga, pujian untuk respons tim
Hodak mengakui koordinasi pemain sempat kacau pada menit-menit awal. Namun, ia melihat perubahan signifikan setelah Persib tertinggal dua gol dan mulai meningkatkan intensitas serangan.
“Setelah tertinggal 2-0, kami mulai bangkit dan menciptakan 3 hingga 4 peluang bersih,” ucap pelatih asal Kroasia itu.
Ia juga menilai Bhayangkara tidak banyak menciptakan peluang berbahaya selain gol-gol yang dianulir karena offside. Bagi Hodak, poin penuh dari laga ini tetap sangat penting untuk menjaga momentum tim dalam persaingan papan atas.
Dampak pada persaingan klasemen
Kemenangan atas Bhayangkara membuat Persib kembali berada di jalur terdepan dalam perebutan gelar. Pergeseran posisi di klasemen itu memberi tekanan tambahan kepada para pesaing, terutama Borneo FC yang harus turun dari puncak setelah Persib mengamankan tiga poin di Lampung.
Dengan koleksi 69 poin, Persib kini punya modal yang kuat untuk melanjutkan persaingan di sisa musim. Hodak menegaskan fokus tim langsung bergeser ke pertandingan berikutnya, tanpa berlama-lama larut dalam hasil dramatis ini.
“Secara keseluruhan, ini adalah tiga poin yang bagus dan sekarang kami bisa fokus untuk pertandingan berikutnya,” kata Hodak.
Bagi Persib, kemenangan ini tidak hanya berarti tambahan angka di klasemen, tetapi juga menjadi bukti bahwa tim masih punya daya juang besar saat tertinggal lebih dulu. Situasi tersebut membuat langkah Persib menuju perebutan gelar tetap hidup dan semakin menarik untuk diikuti.
