Alex Marquez tampil sebagai pemenang MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez setelah mengungguli Marco Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio. Hasil itu menjadi sorotan besar karena datang bersamaan dengan kegagalan finis sang kakak, Marc Marquez, yang terjatuh saat balapan masih berjalan.
Kemenangan Alex menegaskan performa kuat Gresini Racing dalam seri ini. Di sisi lain, Marc yang memulai balapan dari posisi pole justru hanya mampu bertahan dua putaran sebelum mengalami kecelakaan.
Nasib berlawanan dua bersaudara
Hasil di Jerez membuat cerita akhir pekan itu terasa kontras bagi keluarga Marquez. Alex pulang dengan kemenangan, sedangkan Marc harus menerima hasil minor setelah gagal menyelesaikan lomba.
Insiden Marc juga berdampak pada klasemen sementara. Posisi pebalap asal Spanyol itu turun ke urutan kelima, berada di bawah Jorge Martin dan Pedro Acosta.
Roser Alenta, ibu Alex dan Marc, menyambut kemenangan putranya dengan rasa syukur. Ia juga merasa lega karena Marc tidak mengalami cedera serius dalam insiden tersebut.
“Saya senang untuk Alex, untuk kemenangannya, tetapi juga untuk Marc, karena dia tidak terluka,” ujar Roser Alenta.
Kecepatan Alex sudah diakui Marc
Alenta menjelaskan bahwa Marc sebenarnya sudah memahami keunggulan kecepatan Alex sebelum balapan dimulai. Menurut dia, kecelakaan yang terjadi merupakan bagian dari risiko ketika pebalap bertarung di batas maksimal.
“Marc sudah mengatakan bahwa Alex memiliki kecepatan yang lebih baik. Dia melakukan apa yang harus dia lakukan, tetapi ada sesuatu yang disebut gravitasi, dan hanya itu. Baik mereka maupun saya tidak dapat mengabaikan gravitasi dalam kasus ini,” kata Alenta.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu memberi dukungan yang adil kepada kedua putranya. Baginya, melihat dua anaknya saling bersaing di lintasan adalah kebanggaan tersendiri, meski hasilnya tidak selalu sesuai harapan.
“Ketika mereka saling berhadapan, saya berkata, ‘Ini dia, Marc, ayo kejar Alex, dia memiliki kecepatan yang lebih baik.’ Tapi kali ini bukan berakhir seperti yang diharapkannya,” ujarnya.
Marc tetap dinilai kompetitif
Jerez punya makna khusus bagi Marc karena sirkuit itu pernah menjadi lokasi kecelakaan parah yang dialaminya pada 2020. Meski sempat melalui masa cedera panjang, ia masih mampu membuktikan diri dengan merebut gelar juara dunia tahun lalu bersama Ducati.
Alenta menolak anggapan bahwa Marc sudah habis setelah kegagalan finis di Spanyol. Menurut dia, sang putra sulung tetap berada di level tertinggi dan masih bisa bersaing dengan para rivalnya.
“Lihat, Marc belum habis. Dia masih di sana. Orang-orang suka mengada-ada, tapi dia sedang melakukan apa yang harus dilakukannya. Menurut Anda harusnya bagaimana? Apakah yang lain tidak akan membuat kesalahan?” kata Alenta.
Balapan di Jerez pun menghadirkan dua cerita besar sekaligus untuk keluarga Marquez: satu kemenangan penting bagi Alex dan satu pengingat bahwa persaingan di kelas utama tetap keras bagi Marc. Di tengah hasil yang berlawanan itu, keluarga Marquez tetap mendapat satu kabar baik, yakni Marc keluar dari insiden tanpa cedera serius.
