Jesse Lingard memberi dukungan terbuka agar Michael Carrick ditetapkan sebagai manajer permanen Manchester United. Dukungan itu ia sampaikan saat berbicara kepada BBC tentang perjalanan kariernya di Brasil, di tengah sorotan atas arah baru yang sedang dibangun United.
Bagi Lingard, Carrick sudah menunjukkan tanda-tanda kuat sebagai sosok yang tepat untuk memimpin klub. Ia menilai hasil-hasil positif belakangan ini telah membantu membawa kembali identitas asli Manchester United ke Old Trafford.
Lingard mengenal Carrick dari masa-masa bermain di United dan percaya sang pelatih memahami betul kultur klub. Ia menyebut Carrick memiliki “Manchester United DNA” dan tahu seluk-beluk internal tim dengan sangat baik.
Keyakinan dari pengalaman di ruang ganti
Dalam pandangan Lingard, klub besar memang kerap menghadapi tantangan saat berganti manajer. Perbedaan ide, gaya kepelatihan, dan komposisi pemain bisa membuat proses transisi berjalan tidak mudah.
Namun, justru dari situ Lingard melihat Carrick berada di jalur yang tepat. Ia menilai para pemain juga tampil sangat baik di bawah arahan Carrick, sehingga keputusan untuk memberi kepercayaan lebih terasa masuk akal.
Lingard sempat mengingatkan bahwa masa baktinya selama dua dekade di Manchester United harus berakhir agar ia bisa mencari penyegaran dalam karier profesional. Ia mengakui keputusannya melangkah keluar dari lingkaran lama bukan hal kecil, dan sempat membuat banyak orang terkejut.
Perjalanan itu membawanya ke Korea Selatan sebelum akhirnya pindah ke Amerika Selatan. Kini, ia membela Corinthians dan menilai kompetisi di Brasil tetap berada di level tinggi.
Carrick dan standar Manchester United
Dukungan Lingard terhadap Carrick tidak lepas dari keyakinannya bahwa United membutuhkan figur yang paham nilai klub. Ia menilai pemahaman itu penting untuk menjaga standar permainan sekaligus identitas tim di tengah tekanan besar yang selalu menyertai klub sebesar Manchester United.
Baginya, Carrick bukan hanya mantan pemain yang paham sejarah klub. Ia juga dipandang mampu membaca kebutuhan ruang ganti dan karakter pertandingan di level elite.
Lingard menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Carrick memberi dasar kuat untuk menilai kualitas sang pelatih. Dari pengamatannya, arah perkembangan United di bawah Carrick layak diteruskan.
Sorotan lain untuk Bruno Fernandes
Selain membahas Carrick, Lingard juga memberi pembelaan terhadap Bruno Fernandes. Ia menilai kapten Manchester United itu pantas masuk dalam perbincangan Ballon d’Or tahun ini.
Lingard menyebut Fernandes selalu ingin melihat dirinya tampil maksimal ketika mereka masih bersama di United. Hubungan keduanya juga tetap terjalin baik meski kini berada di benua yang berbeda.
Saat ditanya soal peluang Fernandes bersaing di level penghargaan individual tertinggi, Lingard menjawab tegas. Ia menilai performa Fernandes musim ini luar biasa dan kontribusinya layak mendapat tempat di jajaran terbaik.
Brasil, tekanan, dan ambisi baru
Kehidupan Lingard di Brasil juga menjadi bagian penting dari perjalanannya saat ini. Ia menilai sepak bola di Amerika Selatan tetap sangat kompetitif dan memilih Corinthians untuk menguji diri di level yang lebih tinggi.
Menurut Lingard, besarnya klub dan besarnya liga menjadi alasan utama di balik keputusannya. Ia mengaku sempat menerima tawaran lain, tetapi ingin menantang dirinya sendiri dan datang dengan target meraih trofi.
Pengalaman pertamanya tampil di Stadion Maracana meninggalkan kesan besar setelah beberapa bulan berlatih secara mandiri. Ia juga merasakan atmosfer suporter Corinthians yang sangat vokal, termasuk yang datang langsung ke tempat latihan.
Bagi Lingard, dukungan besar itu menjadi dorongan tambahan sekaligus pengingat bahwa ekspektasi juga tinggi. Ia menyadari kritik tajam akan datang bila tim gagal memenuhi harapan.
Adaptasi dan pandangan ke depan
Lingard juga berbicara soal adaptasi bahasa di Brasil. Setelah merasa kesulitan menguasai bahasa Korea saat bermain di FC Seoul, ia kini ingin mempelajari bahasa Portugis karena merasa lingkungan di Brasil lebih mendukung proses itu.
Ia menyebut beberapa pemain dan staf bisa sedikit berbahasa Inggris serta membantu menerjemahkan. Meski begitu, ia ingin benar-benar belajar bahasa lokal agar bisa beradaptasi lebih baik.
Di luar sepak bola klub, Lingard masih menaruh perhatian pada pemain-pemain kelas dunia yang berlaga di Brasil. Ia menilai duel melawan talenta terbaik selalu menjadi cara paling efektif untuk menguji diri dan menjaga level permainan.
Ia bahkan sempat menanggapi soal percakapannya dengan Neymar yang pernah ramai di media sosial dengan nada santai. Namun fokus utamanya tetap jelas: membawa Corinthians sukses dan terus bersaing di level tertinggi.
