PSS Sleman dan Persipura Jayapura sama-sama membuka pekan terakhir Grup 2 Championship Liga 2 2025/2026 dengan keunggulan yang bisa mengubah peta promosi. Dua tim itu memimpin pada paruh pertama laga yang berlangsung serentak pada Minggu (3/5/2026), dan hasil akhir mereka akan sangat menentukan siapa yang melangkah langsung ke Super League.
Situasi paling tajam terjadi di papan atas karena PSS Sleman dan Persipura Jayapura sama-sama mengoleksi 53 poin. Jika PSS mampu mempertahankan keunggulan, tim asal Sleman itu dipastikan promosi langsung karena unggul agregat gol atas Persipura.
PSS tampil dominan di Sleman
Di Stadion Maguwoharjo, PSS Sleman unggul 1-0 atas PSIS Semarang lewat gol Gustavo Henrique. Statistik pertandingan menunjukkan PSS menguasai 62 persen bola dan melepaskan tiga tembakan tepat sasaran.
Kendali permainan itu membuat PSS berada di posisi paling menguntungkan dalam persaingan puncak klasemen. Dengan kondisi yang ada, hasil mereka menjadi sorotan utama karena berpeluang memberi tiket promosi tanpa perlu bergantung pada laga lain.
Persipura menjaga tekanan di Jayapura
Di Stadion Lukas Enembe, Persipura Jayapura juga tampil meyakinkan saat menghadapi Persiku Kudus. Tim tuan rumah memimpin 2-0 melalui gol William Lugo dan penalti Jeam Kelly Sroyer.
Keunggulan Persipura membuat persaingan dengan PSS tetap hidup sampai akhir laga. Dua tim yang sama-sama punya 53 poin itu kini bergantung pada hasil final masing-masing untuk menentukan siapa yang finis di atas.
Barito Putera ikut memegang peran penting
Di belakang dua tim teratas, Barito Putera menempati posisi ketiga dengan 50 poin. Mereka masih harus menghadapi Persipal Palu di Stadion 17 Mei Banjarmasin untuk mengamankan tiket playoff.
Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, meminta timnya tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi. Ia menegaskan persiapan skuadnya sudah berjalan baik dan target utama mereka adalah memenangkan laga kandang.
Sorotan juga tertuju pada penunjukan wasit
Penugasan perangkat pertandingan ikut menjadi perhatian karena PSSI tetap memakai wasit lokal di tiga laga penentu itu. Yudi Nurcahya memimpin pertandingan Barito Putera kontra Persipal, sementara M Erlan Effendi dan Axel Febrian Sinaga bertugas di Sleman serta Jayapura.
Barito Putera sebelumnya sudah mengajukan permintaan agar pertandingan dipimpin wasit asing. Dalam surat resminya, manajemen klub menilai ketatnya persaingan di Grup Timur membuat mereka ingin ada pengadil dari luar negeri demi menjaga integritas kompetisi pada fase krusial.
Mereka juga menyebut kehadiran wasit asing diharapkan bisa meningkatkan standar profesionalisme dan mempertegas penerapan Laws of the Game secara konsisten. Selain itu, manajemen Barito menekankan prinsip fair play di Liga 2 Championship.
Papan klasemen makin menegang
Dengan kondisi terkini, tiga laga terakhir menjadi penentu utama perjalanan beberapa klub. PSS dan Persipura sedang bersaing untuk promosi langsung, sementara Barito Putera mengejar posisi playoff di tengah persaingan yang masih rapat.
Klasemen sementara menempatkan PSS Sleman dan Persipura Jayapura di dua posisi teratas dengan 53 poin, disusul Barito Putera dengan 50 poin. Di sisi bawah, Persipal Palu berada di posisi keenam dengan 7 poin, sedangkan PSIS Semarang dan Persiku Kudus juga ikut terlibat dalam laga-laga penutup yang berpengaruh pada akhir musim.







