PBSI menjadikan medali perunggu tim putri Indonesia di Piala Uber 2026 sebagai bahan evaluasi untuk mempercepat regenerasi atlet. Fokus utama federasi kini mengarah pada pembenahan agar tim nasional putri bisa tampil lebih kuat dan lebih konsisten di level atas.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa capaian Indonesia hingga semifinal di Horsens, Denmark, tetap sesuai target yang sudah ditetapkan. Meski begitu, hasil tersebut tidak dipandang sebagai akhir, melainkan titik awal untuk memperbaiki banyak aspek yang masih bisa ditingkatkan.
Evaluasi menyeluruh jadi langkah berikutnya
Eng Hian menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu menembus semifinal. Dalam keterangan resmi yang dilansir ANTARA, ia menekankan bahwa hasil itu akan dipakai sebagai bahan evaluasi agar performa tim bisa lebih maksimal.
PBSI tidak hanya menyoroti hasil pertandingan, tetapi juga melihat proses yang berlangsung sepanjang turnamen. Evaluasi akan mencakup aspek teknis, strategi, kesiapan fisik, dan kekuatan mental para pemain.
Pemain muda dapat pengalaman penting
Selama Piala Uber 2026, tim Uber Indonesia disebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Peningkatan itu terlihat dari kualitas permainan dan mental bertanding para pemain saat menghadapi tekanan di lapangan.
Kehadiran sejumlah pemain muda juga menjadi catatan penting bagi PBSI. Mereka mendapat pengalaman berharga di ajang beregu, yang dinilai bisa memperkuat struktur tim nasional pada masa mendatang.
Akselerasi menjadi target pembinaan
PBSI menegaskan bahwa pembinaan ke depan akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas atlet agar siap mengikuti program akselerasi. Tujuannya agar para pemain bisa tampil stabil dan bersaing di turnamen level tinggi secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi penting karena tim putri Indonesia membutuhkan kedalaman skuad yang lebih kuat. Regenerasi yang berjalan cepat diharapkan bisa menjaga daya saing Indonesia dalam perebutan prestasi internasional.
Di turnamen ini, langkah Indonesia terhenti di semifinal setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan. Korea Selatan kemudian keluar sebagai juara usai mengalahkan China 3-1 di final, sementara China tetap memegang rekor gelar terbanyak sepanjang sejarah Piala Uber dengan 16 trofi.
Source: www.viva.co.id