Chaos Ruang Ganti Madrid, Arbeloa Jadi Titik Balik Barca Mengunci LaLiga

Barcelona resmi mengunci gelar LaLiga lewat kemenangan di El Clasico yang digelar di Spotify Camp Nou, Senin (11/5/2026). Hasil itu sekaligus menegaskan keunggulan Blaugrana atas Real Madrid dalam musim yang berjalan sangat kontras bagi dua rival besar Spanyol tersebut.

Konsistensi Barcelona bersama Hansi Flick sejak awal musim membuat mereka tetap stabil saat Madrid justru diguncang masalah internal. Situasi itu berkembang menjadi faktor penting yang ikut mendorong Los Blancos kehilangan momentum di fase-fase krusial kompetisi.

Madrid sempat kuat, lalu mulai goyah

Real Madrid sebenarnya membuka musim dengan modal yang menjanjikan di bawah Xabi Alonso. Mereka bahkan sempat memimpin klasemen dengan jarak hampir 10 poin dan juga menang pada El Clasico pertama di Bernabeu.

Namun, situasi berubah cepat setelah Alonso terseret perseteruan ruang ganti usai berselisih dengan Vinicius Junior. Tekanan dari publik dan manajemen juga ikut membesar setelah Madrid kalah di final Piala Super Spanyol.

Kondisi itu membuat posisi Alonso semakin sulit hingga akhirnya ia meninggalkan Bernabeu pada Januari 2026. Madrid menyebut keputusan itu sebagai pengunduran diri, meski banyak pihak menilai ada dorongan dari Presiden Florentino Perez.

Arbeloa tak mampu meredam kekacauan

Setelah Alonso pergi, Madrid menunjuk pelatih interim dari Castilla, Alvaro Arbeloa. Pergantian itu tidak memberi efek positif, karena performa tim justru turun dan mereka mulai kehilangan poin penting secara beruntun.

Di bawah Arbeloa, Madrid juga harus menjalani Liga Champions dengan kondisi sulit sampai tampil di babak play-off. Mereka memang bisa menyingkirkan Benfica yang ditangani Jose Mourinho, tetapi langkah itu berhenti di perempat final setelah kalah agregat 5-2 dari Bayern Munich.

Selain hasil yang menurun, Arbeloa juga menghadapi badai cedera yang membuat pekerjaannya semakin berat. Situasi ini membuat Madrid tak lagi hanya bermasalah di lapangan, tetapi juga di dalam ruang ganti.

Ruang ganti Madrid memanas

Sejumlah media lokal Spanyol menyebut ada pemain yang mulai tidak lagi menghormati Arbeloa sebagai pelatih. Sorotan juga mengarah ke Kylian Mbappe, yang sebelumnya sangat diinginkan publik Madrid, sampai muncul petisi online agar ia pergi dari Bernabeu dengan lebih dari 40 juta tanda tangan.

Ketegangan tidak berhenti di situ. Pertikaian antar pemain, termasuk Antonio Rudiger dengan Alvaro Carreras serta Federico Valverde dengan Aurelien Tchouameni, juga bocor ke publik dan memperburuk suasana tim.

Manajemen Madrid lalu turun tangan dengan memberi sanksi kepada pemain yang terlibat. Klub juga memburu pihak yang diduga membocorkan masalah internal tersebut ke luar tim.

Barcelona memanfaatkan celah yang tercipta

Di saat Madrid sibuk dengan konflik, Barcelona menjaga ritme permainan mereka dengan lebih stabil. Situasi itulah yang membuat Blaugrana terus berada di jalur juara sampai akhirnya memastikan gelar di kandang sendiri saat menundukkan Madrid 2-0.

Bagi Madrid, kekalahan itu menjadi pukulan ganda karena mereka harus menyaksikan rival utama mengangkat piala untuk kedua kalinya pada musim ini. Kekalahan tersebut juga menandai puasa gelar kedua secara beruntun bagi Los Blancos.

Usai laga, Arbeloa meminta maaf kepada suporter dan mengakui musim ini berjalan buruk bagi Real Madrid. Ia menegaskan tim harus bekerja, belajar dari kesalahan, dan mencoba membalikkan keadaan karena Madrid selalu punya sejarah untuk bangkit setelah terjatuh.

Source: bola.bisnis.com
Exit mobile version