Real Madrid mulai menyiapkan perombakan besar untuk musim 2026/2027 setelah dipastikan menutup kompetisi tanpa gelar. Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Camp Nou pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB menjadi titik yang mempercepat rencana perubahan di tubuh klub.
Hasil itu membuat Real Madrid tertahan di posisi kedua klasemen dengan 77 poin. Selisih 14 poin dari Barcelona di puncak sudah tidak mungkin dikejar, sehingga trofi La Liga resmi jatuh ke tangan rival mereka.
Mourinho masuk radar utama
Perubahan paling besar diperkirakan terjadi di kursi pelatih. Laporan media Spanyol, AS, menyebut Jose Mourinho menjadi kandidat terkuat untuk kembali menangani Los Blancos musim depan.
Florentino Perez disebut sebagai sosok yang paling gencar mendorong kepulangan pelatih asal Portugal itu. Mourinho sendiri masih mempertimbangkan apakah ia siap memimpin tim yang sedang berada dalam fase transisi besar dan memiliki kondisi internal yang belum stabil.
Nama Mourinho kembali menguat karena dianggap cocok untuk menghadapi ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang. Rekam jejaknya dalam mengelola skuad elite dan mentalitas juara menjadi alasan utama manajemen menilai dirinya masih relevan.
Perombakan skuad tidak berhenti di pelatih
Madrid juga menyiapkan perubahan besar di level pemain. Klub berencana mendatangkan sedikitnya tiga hingga empat pemain baru pada bursa transfer musim panas mendatang.
Prioritas utama ada di lini belakang yang dinilai menjadi titik lemah sepanjang musim ini. Manajemen ingin menghadirkan pemain yang bisa langsung memberi dampak agar daya saing tim naik lagi.
Sejumlah nama di sektor pertahanan masih belum memiliki kepastian masa depan. David Alaba, Ferland Mendy, Eder Militao, dan Raul Asencio disebut berada dalam posisi yang belum jelas di tengah rencana evaluasi skuad.
Fondasi utama tetap dipertahankan
Meski akan ada perombakan besar, Real Madrid tidak berniat mengubah semua pilar tim. Proyek jangka panjang klub tetap akan bertumpu pada Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.
Tiga pemain tersebut tetap dipertahankan sebagai fondasi utama untuk fase berikutnya. Namun, kombinasi lini depan itu dinilai belum tampil maksimal di bawah arahan taktik sebelumnya.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Madrid tidak sekadar mencari hasil sesaat. Klub tampak ingin membangun ulang struktur tim sambil tetap menjaga inti skuad yang dianggap paling bernilai.
Tekanan setelah musim tanpa trofi
Musim tanpa gelar membuat evaluasi di Madrid berjalan lebih serius. Kekalahan dari Barcelona bukan hanya menutup peluang juara, tetapi juga menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan sebelumnya belum memberi efek signifikan.
Petinggi klub memang sudah mengganti Xabi Alonso dengan Alvaro Arbeloa pada Januari lalu. Namun, performa tim tetap tidak menunjukkan lonjakan yang diharapkan.
Karena itu, arah perubahan kini mengarah ke langkah yang lebih luas, mulai dari pelatih hingga komposisi pemain. Madrid tampaknya ingin memulai babak baru dengan pendekatan yang lebih tegas setelah gagal mempertahankan dominasi mereka di level domestik.







