Garuda Tersingkir di Tangan Foolad Sirjan, Pelajaran Mahal Dari Tim Iran Berkelas

Jakarta Garuda Jaya harus menerima kenyataan gagal menembus semifinal AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 setelah kalah 0-3 dari Foolad Sirjan Iranian di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Laga ini menjadi ujian berat bagi tim muda Indonesia yang berupaya memberi perlawanan, tetapi tetap kesulitan menghadapi kualitas dan pengalaman lawan asal Iran.

Foolad Sirjan Iranian tampil sangat dominan sejak awal pertandingan dan memastikan tiket terakhir ke babak empat besar lewat kemenangan tiga set langsung. Bagi Garuda Jaya, hasil ini memang pahit, namun pertandingan tersebut memberi gambaran jelas tentang level permainan yang masih perlu dikejar.

Foolad langsung menekan sejak set pertama

Sejak servis awal, tim Iran mengambil alih kendali permainan dengan ritme cepat dan pertahanan yang rapat. Jakarta Garuda Jaya kesulitan membangun serangan yang stabil, sementara Foolad terus menjaga tekanan hingga menutup set pertama 25-14.

Kondisi serupa berlanjut pada set kedua saat Foolad makin nyaman memegang tempo. Dua servis as dari Aleksandar Nikolov membuat tim Iran unggul jauh 12-3, dan Garuda Jaya belum mampu menemukan cara efektif untuk membalikkan keadaan.

Upaya perubahan Garuda belum cukup

Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Ibarsyah, mencoba mengubah jalannya pertandingan pada set ketiga dengan memasukkan Fauzan Nibras menggantikan Timofei Sokolov di posisi outside hitter. Pergantian itu sempat membuat permainan Garuda Jaya lebih hidup dan lebih kompetitif di awal set.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Kesalahan sendiri kembali menghantui Garuda Jaya, mulai dari servis yang eror, spike yang mudah terbaca dan diblok, hingga receive yang kurang maksimal, sehingga Foolad menjauh 19-10 dan menutup set ketiga 25-12.

Komposisi pemain menunjukkan gap pengalaman

Garuda Jaya menurunkan Lyvan Taboada sebagai setter, Putra dan Tedi Oka di posisi middle blocker, Dawuda Alaihimas Salam sebagai opposite hitter, serta Timofei Sokolov dan Haikal sebagai outside hitter. Raihan mengisi posisi libero, dengan mayoritas pemain yang masih berstatus muda dan baru membangun chemistry tim.

Di sisi lain, Foolad menurunkan komposisi terbaik dengan nama-nama seperti Toukhteh, Poriya, Aleksandar Nikolov, A Ramezani, Haji, Mohammad, dan Marandi sebagai libero. Perbedaan pengalaman terlihat jelas di lapangan, terutama dalam pengambilan keputusan dan konsistensi permainan.

Pelajaran berharga bagi pemain muda

Tedi Oka menilai duel melawan Foolad menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda Jakarta Garuda Jaya. Ia menyebut pertandingan ini memberi pelajaran langsung karena lawan yang dihadapi adalah para pemain bintang.

“Seru karena pengalaman buat anak-anak juga, karena prioritas masih muda. Jadi buat pengalaman kita ke depannya,” ujar Tedi.

Ia juga menegaskan tim akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Tedi menambahkan bahwa persiapan akan terus dilakukan karena agenda pertandingan masih panjang dan para pemain muda perlu terus dibenahi agar lebih siap bersaing.

Aleksandar Nikolov dari Foolad Sirjan Iranian juga mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Ia menilai kemenangan ini penting karena membuat tim bisa beristirahat lebih baik sebelum menghadapi semifinal dan final.

“Kami senang bisa menang, jadi kami bisa beristirahat untuk semifinal dan final,” kata Nikolov.

Ia kemudian menegaskan timnya sudah mulai fokus ke laga semifinal melawan wakil Jepang. Foolad Sirjan Iranian disebut akan menyiapkan pertandingan itu dengan kekuatan penuh karena lawan berikutnya diperkirakan tidak kalah berat.

Source: www.beritasatu.com
Terkait