Inter Milan tetap merayakan pesta gelar ganda meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Verona pada laga penutup musim di Stadion Giuseppe Meazza. Hasil itu tidak mengubah status Nerazzurri sebagai juara Serie A dan Coppa Italia, sehingga suasana meriah tetap mengiringi perayaan di kandang sendiri.
Selepas laga, para pemain Inter menerima trofi Serie A 2025/2026 sebelum melanjutkan parade bus terbuka keliling Kota Milan. Momen itu menegaskan bahwa hasil di lapangan tidak menghapus pencapaian besar yang sudah lebih dulu mereka kunci pada musim ini.
Penghormatan untuk Beccalossi sebelum kick-off
Sebelum pertandingan dimulai, Inter memberi penghormatan khusus kepada legenda klub, Evaristo Beccalossi, yang meninggal dunia awal bulan ini. Suasana hening sejenak menjadi bagian dari hari yang penuh emosi bagi pendukung Nerazzurri di Giuseppe Meazza.
Setelah itu, Inter langsung mengambil kendali permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, kiper Hellas Verona, Lorenzo Montipo, tampil sigap untuk menggagalkan upaya Lautaro Martinez dan Henrikh Mkhitaryan.
Inter unggul lebih dulu, Verona membalas di akhir laga
Keunggulan Inter hadir pada awal babak kedua lewat gol bunuh diri Andrias Edmundsson. Situasi itu berawal dari sepak pojok yang sempat mengenai kepala penyerang Inter, Ange-Yoan Bonny, sebelum bola berujung menjadi gol bagi tuan rumah.
Inter sempat punya peluang untuk menambah keunggulan melalui Lautaro Martinez, tetapi Montipo kembali melakukan penyelamatan penting. Kegagalan memaksimalkan peluang itu membuat Inter harus menerima konsekuensi berat di penghujung pertandingan.
Verona kemudian menyamakan skor pada masa injury time lewat Kieron Bowie. Penyerang tersebut lolos dari jebakan offside sebelum menaklukkan Yann Sommer dengan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang, dan skor 1-1 bertahan sampai laga selesai.
Emosi perpisahan di tengah perayaan
Selain pesta gelar, laga ini juga menghadirkan momen emosional ketika pendukung Inter memberikan standing ovation kepada Matteo Darmian. Bek berpengalaman itu disebut akan meninggalkan klub setelah sembilan tahun membela Nerazzurri.
Beberapa pemain lain juga dikabarkan berpeluang hengkang pada akhir musim, termasuk Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, Davide Frattesi, dan Raffaele Di Gennaro. Situasi itu membuat perayaan gelar Inter terasa bercampur dengan nuansa perpisahan bagi sejumlah pemain senior.
Meski tidak menutup musim dengan kemenangan, Inter tetap mengakhiri rangkaian kompetisi domestik dengan dua trofi utama. Hasil imbang melawan Verona hanya menjadi catatan kecil di tengah malam yang tetap dipenuhi sorak-sorai, penyerahan trofi, dan parade juara di Milan.
