Iran Sang Raja Asia Menuju Panggung Dunia, Antara Kejayaan Dan Gejolak Politik

Timnas Iran kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026 setelah memastikan tempat di putaran final bersama tiga lawan tangguh di Grup G. Status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar Asia kembali terlihat, bukan hanya dari tiket lolos, tetapi juga dari reputasi panjang yang dibangun lewat pencapaian di level kontinental.

Iran sudah lama dikenal sebagai “raja Asia” karena pernah tiga kali menjuarai Piala Kontinental. Di Piala Dunia, mereka juga mencatat kehadiran beruntun dalam empat edisi, yakni 2014 Brasil, 2018 Rusia, 2022 Qatar, dan 2026 di Amerika Utara.

Jejak kuat Iran di panggung Asia dan dunia

Dominasi Iran di Asia menjadi salah satu alasan mengapa tim ini selalu diperhitungkan dalam setiap ajang besar. Gelar-gelar kontinental itu menegaskan konsistensi mereka sebagai tim yang jarang kehilangan daya saing di kawasan Asia.

Di level Piala Dunia, perjalanan Iran memang tidak selalu stabil, tetapi pengalaman mereka terus bertambah. Kehadiran beruntun dalam empat edisi menjadi modal penting untuk menjaga identitas tim di tengah persaingan yang makin ketat.

Momen terbaik datang di Rusia

Penampilan terbaik Iran di Piala Dunia terjadi saat edisi Rusia. Pada turnamen itu, mereka nyaris membuat kejutan besar di Grup B dan hanya terpaut satu poin dari dua tim kuat, Spanyol dan Portugal.

Iran finis di peringkat ketiga grup dengan catatan yang solid. Mereka kalah 0-1 dari Spanyol, bermain 1-1 melawan Portugal, dan mengalahkan Maroko 1-0, hasil yang menunjukkan kemampuan mereka bersaing di level tertinggi.

Qatar memberi pelajaran pahit

Kampanye Iran di Piala Dunia 2022 Qatar berjalan lebih berat. Mereka hanya meraih satu kemenangan saat mengalahkan Wales 2-0 dan gagal melaju lebih jauh dari fase grup.

Iran membuka turnamen dengan kekalahan telak 2-6 dari Inggris. Setelah itu, mereka kembali tumbang 0-1 dari Amerika Serikat, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan atas Wales di Al Rayyan.

Lolos ke Piala Dunia 2026 bersama Amir Ghalenoei

Iran memastikan tempat di Piala Dunia 2026 lewat babak kedua kualifikasi AFC di bawah asuhan Amir Ghalenoei. Dalam jalur kualifikasi itu, mereka meraih hasil imbang saat menghadapi Uzbekistan, baik di laga tandang maupun kandang.

Hasil tersebut cukup untuk mengantar Iran lolos dengan relatif mulus. Performa itu memperlihatkan bahwa mereka tetap stabil di jalur kompetitif Asia, meski tekanan di turnamen utama selalu jauh lebih besar.

Polemik politik sempat menyertai langkah Iran

Di luar lapangan, Iran juga menghadapi dinamika yang tidak ringan. Memanasnya konflik Iran dengan Israel serta Amerika Serikat sebagai tuan rumah sempat memunculkan isu bahwa Iran akan menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026.

Sejumlah anggota FIFA menolak kemungkinan mundurnya Iran dengan alasan sportivitas dan tanpa campur tangan politik. Setelah komunikasi antara FIFA, federasi Iran, dan Donald Trump pada Maret lalu, keputusan akhirnya menegaskan bahwa Iran tetap tampil dengan jaminan keamanan.

Tantangan besar di Grup G

Di Piala Dunia 2026, Iran akan bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Komposisi ini menempatkan mereka dalam grup yang menuntut disiplin tinggi, karena semua lawan punya karakter permainan yang berbeda.

Bagi Iran, fase ini akan menjadi ujian untuk menjaga reputasi sebagai kekuatan Asia yang juga mampu bersaing di panggung dunia. Pengalaman dari Rusia dan Qatar, ditambah status mereka sebagai juara tiga kali Piala Kontinental, membuat langkah Iran tetap layak diperhatikan ketika turnamen dimulai di Amerika Utara.

Source: bola.bisnis.com
Terkait