
Dua klub London, West Ham United dan Tottenham Hotspur, memasuki pekan terakhir Liga Inggris dengan tekanan besar untuk menghindari degradasi. West Ham masih berada dalam situasi paling genting karena tertinggal dua poin dari Spurs dan juga kalah dalam selisih gol.
Kondisi itu membuat nasib kedua tim belum sepenuhnya aman meski kompetisi tinggal menyisakan satu laga. West Ham wajib mengalahkan Leeds United, sementara Tottenham harus waspada saat menghadapi Everton karena hasil mereka bisa menentukan siapa yang bertahan di kasta tertinggi.
West Ham dalam posisi paling rawan
West Ham menghadapi ancaman serius setelah 14 tahun bertahan di level teratas. Klub asal London itu kini harus mengejar kemenangan sambil menunggu hasil tim pesaing tidak berpihak pada Tottenham.
Dengan selisih gol yang juga tidak menguntungkan, West Ham tidak cukup hanya berharap pada hasil seri dari rival. Kemenangan atas Leeds United menjadi syarat utama agar peluang bertahan tetap hidup sampai akhir.
Spurs belum aman meski lebih baik secara posisi
Tottenham memang berada di atas West Ham, tetapi situasinya tetap jauh dari nyaman. Riwayat mereka juga menunjukkan bahwa ancaman degradasi bukan sekadar teori, karena terakhir kali Spurs turun kasta terjadi pada musim 1977-1978.
Laga melawan Everton akan menjadi ujian penting bagi Spurs untuk menutup musim dengan aman. Jika kalah dan West Ham menang, perubahan posisi di klasemen bisa langsung terjadi dan membawa konsekuensi besar bagi kedua klub London itu.
Drama Eropa masih berjalan
Selain pertarungan di zona bawah, persaingan di papan atas juga belum selesai. Arsenal memang sudah mengamankan gelar juara, tetapi perebutan posisi enam besar masih menyisakan banyak kemungkinan.
Sejumlah skenario masih terbuka untuk tim-tim yang memburu tiket Liga Champions UEFA. Aston Villa dan Liverpool juga masih terlibat dalam perebutan tempat Eropa, sehingga hasil pekan terakhir tetap punya dampak luas bagi beberapa klub besar.
Momen perpisahan di Etihad dan Anfield
Pekan terakhir juga membawa nuansa emosional bagi sejumlah pemain dan pelatih. Pep Guardiola disebut akan memimpin laga terakhirnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh prestasi.
Di kubu City, Bernardo Silva dan John Stones juga dikabarkan akan meninggalkan klub pada akhir musim. Situasi itu membuat pertandingan di Etihad Stadium tidak hanya penting secara kompetitif, tetapi juga sarat perpisahan.
Liverpool pun menghadapi momen serupa karena Mohamed Salah disebut akan menjalani laga terakhirnya setelah sembilan tahun bersama The Reds. Status starter sang penyerang masih belum dipastikan oleh pelatih Arne Slot, tetapi perhatian publik tetap tertuju pada kemungkinan pamitan salah satu ikon klub tersebut.
Source: www.beritasatu.com








