Guadalajara Bersiap Sambut Piala Dunia, Kekhawatiran Keamanan Membayangi Penyisihan Stadion

Author: Qoo Media

Guadalajara kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026 karena kota ini akan tampil sebagai salah satu tuan rumah dan membawa warisan panjang dari panggung sepak bola dunia. Di saat yang sama, perhatian publik juga tertuju pada isu keamanan setelah operasi militer federal pada akhir Februari menewaskan pemimpin kartel narkoba CJNG, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes.

Meski ada kekhawatiran tersebut, otoritas lokal dan federal bersama FIFA tetap menilai Guadalajara siap menyambut pertandingan. Keyakinan itu diperkuat oleh uji coba penyelenggaraan pada Maret lalu, ketika kota ini menggelar dua laga playoff antar benua yang dihadiri lebih dari 80.000 penonton tanpa insiden berarti.

Kota dengan identitas budaya kuat

Guadalajara lama dikenal sebagai kota yang sangat lekat dengan identitas Meksiko. Jalisco, negara bagian tempat kota ini berada, merupakan tanah kelahiran mariachi dan tequila, dua simbol budaya yang paling dikenal dari Meksiko.

Selain kuat di budaya, Guadalajara juga memiliki reputasi sebagai kota dengan arsitektur kolonial yang menarik dan basis penggemar sepak bola yang besar. Kota ini sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1970 dan 1986, sehingga pengalaman penyelenggaraan menjadi salah satu modal penting.

Keamanan dan kesiapan penyelenggaraan

Isu keamanan menjadi perhatian utama dalam persiapan turnamen. Namun, otoritas setempat menekankan bahwa situasi di kota tetap terkendali dan jalannya agenda olahraga besar sebelumnya dapat berlangsung aman.

FIFA juga disebut tetap percaya pada kesiapan Guadalajara untuk menggelar pertandingan pada 2026. Tes lapangan melalui dua pertandingan playoff antar benua di Stadion Guadalajara memperlihatkan bahwa pengelolaan massa bisa berjalan baik saat jumlah penonton mencapai puluhan ribu.

Daya tarik wisata yang ikut menguatkan posisi kota

Di luar sepak bola, Guadalajara menawarkan sejumlah destinasi yang memperkuat citranya sebagai kota tujuan wisata. Katedral Guadalajara menjadi salah satu ikon utama, dengan menara neo-Gotik berwarna kuning yang mencolok serta koleksi relikui Santa Innocence dan karya seni bersejarah di dalamnya.

Hospicio Cabañas juga menjadi salah satu daya tarik penting karena sudah berstatus situs Warisan Dunia UNESCO. Bangunan bekas panti asuhan ini menyimpan 57 mural karya José Clemente Orozco, yang menjadi bagian penting dari warisan seni kota tersebut.

Kuliner khas yang mempertegas karakter lokal

Ciri Guadalajara juga terlihat dari kulinernya yang terkenal berani rasa dan cenderung pedas. Torta ahogada, birria, dan carne en su jugo menjadi hidangan yang paling sering disebut sebagai identitas kuliner kota ini.

Torta ahogada disajikan dengan roti birote renyah berisi daging babi goreng dan saus tomat pedas. Sementara itu, birria khas Guadalajara memakai daging kambing yang dimasak perlahan dengan rempah hingga empuk, sedangkan carne en su jugo memadukan daging sapi, bacon, kacang-kacangan, dan bawang panggang dalam kaldu gurih.

Akses stadion jadi tantangan bagi penonton

Dari sisi mobilitas, penonton perlu menyesuaikan diri karena tidak ada akses transportasi umum langsung menuju stadion. Taksi yang mengantar hingga pintu stadion juga tidak diperbolehkan pada hari pertandingan, sehingga pengaturan perjalanan menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.

Sebagai solusi, otoritas setempat menyiapkan program “Ride al Estadio” dengan shuttle dari 10 titik tertentu di kota untuk pemegang tiket. Bus akan menurunkan penonton di area Bajío, lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 800 meter menuju pintu masuk stadion.

Penyelenggara juga mengimbau pengunjung memakai taksi resmi atau layanan transportasi daring yang tepercaya. Setelah pertandingan, tantangan biasanya muncul saat meninggalkan stadion karena lokasinya dekat jalan raya utama dan kepadatan kendaraan kerap terjadi ketika puluhan ribu orang keluar bersamaan.

Untuk menghindari antrean panjang, penonton disarankan tidak langsung memesan transportasi begitu laga selesai. Pilihan yang lebih aman adalah menunggu sekitar 1 jam di area stadion atau berjalan ke jalan utama terdekat seperti Periférico agar lebih mudah mendapatkan kendaraan.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru