Masa depan Massimiliano Allegri di AC Milan kini berada di ujung tanduk setelah Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions. Kegagalan itu bukan hanya menyakitkan secara hasil, tetapi juga memukul kepercayaan manajemen terhadap proyek tim yang dibangun untuk bersaing di papan atas.
Pukulan terberat datang setelah Milan kalah 1-2 saat menjamu Cagliari di Stadion San Siro. Bermain di depan pendukung sendiri, tim tuan rumah justru kehilangan kendali setelah lawan berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga laga berakhir.
Hasil itu membuat AC Milan finis di peringkat kelima klasemen akhir dengan koleksi 70 poin. Dengan posisi tersebut, klub asal kota mode itu hanya akan tampil di Liga Europa pada musim depan.
Target yang meleset
Kegagalan lolos ke Liga Champions semakin menambah sorotan karena Milan kini absen dari kompetisi itu dalam dua musim berturut-turut. Pada musim sebelumnya, mereka bahkan hanya mampu mengakhiri liga di posisi kedelapan.
Situasi ini langsung berdampak pada posisi Allegri sebagai pelatih. Allenatore berusia 58 tahun itu dinilai gagal memenuhi target utama manajemen, yakni membawa Luka Modric dan rekan-rekannya finis setidaknya di empat besar.
Tekanan terhadap Allegri juga makin besar karena kontraknya masih berlaku hingga musim panas 2027. Meski begitu, manajemen klub dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Reaksi Allegri
Allegri tidak menutupi kekecewaan saat dimintai komentar oleh DAZN. Ia menyebut dirinya marah dan kecewa setelah Milan dipastikan gagal ke Liga Champions.
“Sekarang ini, saya kecewa dan marah,” kata Allegri kepada DAZN. “Kami kan baru saja gagal ke Liga Champions.”
Ia juga menyinggung bahwa hasil akhir ini terasa mengejutkan setelah Milan sempat meraih kemenangan atas Genoa. Menurutnya, tim harus menerima kenyataan pahit itu dan mengevaluasi keseluruhan musim.
“Setelah kami menang lagi melawan Genoa, tidak ada yang mengira kami akan kalah,” ujarnya. “Sayang sekali, di dalam sepakbola dan olahraga, kami harus menerimanya, dengan segan dan kepahitan yang besar. Kami harus mengevaluasi musim ini.”
Tekanan dari hasil musim
Gagal ke Liga Champions berarti Milan harus puas dengan musim yang jauh dari target awal. Dalam klub sebesar AC Milan, kegagalan dua musim beruntun untuk menembus persaingan elit Eropa tentu menjadi masalah serius di level strategi dan evaluasi pelatih.
Peluang Allegri untuk bertahan kini sangat bergantung pada keputusan manajemen setelah menimbang hasil akhir musim. Dengan kontrak yang masih panjang, situasi di San Siro tetap terbuka, tetapi arah pembicaraan kini jelas mengarah pada masa depan pelatih yang semakin tidak aman.
