Kabar mengenai kemungkinan hengkangnya Bojan Hodak dari Persib Bandung menjadi sorotan besar karena pelatih asal Kroasia itu baru saja mencatatkan era sukses yang jarang terjadi di sepak bola Indonesia. Di bawah arahannya, Persib disebut menorehkan tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun dan mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan di level nasional.
Isu tersebut juga memunculkan perhatian publik terhadap profil dan rekam jejak Hodak yang selama ini dikenal sebagai pelatih dengan reputasi kuat di Asia Tenggara. Dengan catatan 67 kemenangan dari 116 pertandingan bersama Persib, ia masuk daftar pelatih paling berpengaruh dalam sejarah klub asal Bandung itu.
Dampak instan sejak datang ke Persib
Bojan Hodak resmi ditunjuk pada 26 Juli 2023 untuk menggantikan Luis Milla. Kehadirannya langsung memberi perubahan nyata karena ia membawa pendekatan permainan yang rapi dan disiplin dengan formasi andalan 4-3-3 defending.
Dalam waktu singkat, Hodak mampu menjaga stabilitas tim dan mengubah Persib menjadi skuad yang sulit dikalahkan. Puncak keberhasilannya terlihat dari keberhasilan membawa Maung Bandung menjuarai Liga Indonesia atau Super League dalam tiga musim beruntun.
Gelar itu diraih pada 2023/24, 2024/25, dan 2025/26. Catatan tersebut membuat Persib menjadi tim pertama yang mampu mencetak hattrick gelar di era modern kompetisi nasional.
Rekam jejak panjang sebelum ke Bandung
Sebelum menangani Persib, Hodak sudah lebih dulu dikenal di kawasan Asia Tenggara sebagai pelatih yang punya sentuhan juara. Ia pernah sukses bersama Johor Darul Ta’zim, Kelantan FA, Kuala Lumpur City FC, Malaysia U-19, dan Phnom Penh Crown.
Pria kelahiran Zagreb, 4 Mei 1971, itu memegang lisensi UEFA Pro. Pengalaman panjangnya di berbagai level tim memberi modal kuat saat ia datang ke Indonesia dan langsung membangun tim dengan karakter yang jelas.
Di Malaysia, namanya lekat dengan kesuksesan bersama JDT dan Kelantan FA. Ia juga membawa Kuala Lumpur City FC meraih Piala Malaysia, lalu membantu Malaysia U-19 menjuarai AFF U-19 Championship, serta mengantar Phnom Penh Crown menjuarai liga Kamboja.
Statistik yang memperkuat reputasi
Kinerja Hodak bersama Persib bukan hanya terlihat dari trofi, tetapi juga dari statistik pertandingan. Dalam 116 laga, ia mencatat 67 kemenangan yang menunjukkan tingkat konsistensi tinggi selama memimpin tim.
Berikut ringkasan statistik utamanya:
- Total pertandingan: 116 laga
- Kemenangan: 67 kali
- Gelar juara: 3 kali Liga Indonesia
- Masa kontrak: hingga 31 Mei 2026
Catatan tersebut membuat posisi Hodak semakin kuat sebagai salah satu pelatih paling sukses yang pernah menangani klub di Indonesia. Di mata publik, capaian itu juga memperlihatkan bahwa Persib bukan hanya juara sesaat, melainkan tim yang benar-benar dibangun dengan struktur permainan yang matang.
Kontrak masih berjalan, rumor tetap menguat
Meski kontraknya disebut masih berlaku hingga 31 Mei 2026, kabar soal kepergian Hodak terus beredar. Situasi ini membuat masa depannya di Bandung menjadi perhatian karena banyak klub besar di Asia disebut bisa tertarik pada pelatih dengan rekam jejak seperti dirinya.
Bagi Bobotoh, potensi perpisahan itu tentu bukan kabar ringan karena Hodak telah memberi stabilitas dan prestasi dalam periode yang cukup panjang. Hingga kini, manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor tersebut.
Jika benar berpisah, Hodak akan meninggalkan Bandung dengan status sebagai pelatih yang mengantar Persib ke salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub. Reputasinya sebagai kolektor gelar dan pelatih berlisensi UEFA Pro tetap membuat namanya kuat dibicarakan di level sepak bola Asia.
Source: mediaindonesia.com






